SOMERVILLE, NEW JERSEY — Pertarungan merebut kursi DPR AS di New Jersey Distrik 7 dipastikan berlangsung panas. Partai Demokrat resmi menunjuk Rebecca Bennett, mantan komandan helikopter Angkatan Laut AS, untuk menantang petahana Republik Tom Kean Jr yang didukung mantan Presiden Donald Trump.
Keputusan ini diambil setelah Bennett memenangkan pemilihan pendahuluan (primer) Demokrat dengan perolehan suara signifikan, yaitu 47,2 persen. Saingan terdekatnya, Tina Shah, hanya mampu meraih 20,2 persen suara. Di sisi lain, Kean melenggang mulus tanpa lawan di kaukus Republik berkat dukungan Trump.
Yang membuat laga ini menarik adalah kondisi sang petahana. Tom Kean Jr diketahui telah absen dari Kongres selama berbulan-bulan. Ia melewatkan lebih dari 100 pemungutan suara di DPR sejak awal Maret karena alasan kesehatan yang tidak diungkapkan secara detail. Meski berjanji akan kembali dalam hitungan minggu, pernyataan yang dirilis Kean justru menimbulkan spekulasi bahwa masa pemulihannya bisa lebih lama dari perkiraan.
Dalam pidato kemenangannya di Somerville, Bennett tidak main-main. Ia menyebut Kean sebagai seorang pengecut karena dianggap lari dari tanggung jawab. “Anda gagal melayani kami, dan Anda tidak pantas mewakili kami di Washington,” tegas Bennett di hadapan para pendukungnya.
Bennett mengusung kampanye berbasis pengabdian militernya dan isu ekonomi. Ia mengkritik keras kebijakan tarif Trump yang disebutnya membuat harga sembako dan bensin melambung tinggi, terutama di tengah dampak perang AS-Israel di Iran yang memicu inflasi. Distrik ke-7 New Jersey sendiri dikenal sebagai medan pertempuran sengit, karena kursi ini sudah bolak-balik dikuasai Demokrat dan Republik dalam beberapa tahun terakhir.
Analisis: Absennya Kean dalam waktu lama menjadi bumerang serius baginya. Di satu sisi, basis pemilih Republik mungkin setia, tetapi pemilih independen yang menentukan kemenangan di distrik 'abu-abu' seperti ini bisa berpaling. Isu ekonomi dan kesehatan menjadi senjata ampuh bagi Bennett. Jika Kean gagal meyakinkan publik tentang kondisinya, peluang Demokrat untuk merebut kembali kursi ini terbuka lebar. Pemilu November mendatang akan menjadi tolak ukur seberapa besar pengaruh dukungan Trump melawan narasi krisis kepemimpinan lokal.