INDIA: SAHABAT BARU ISRAEL, LUPAKAN CINTA LAMA PALESTINA? - Berita Dunia
← Kembali

INDIA: SAHABAT BARU ISRAEL, LUPAKAN CINTA LAMA PALESTINA?

Foto Berita

Hubungan India dengan Israel kini makin mesra, sebuah pemandangan yang dulu tabu kini jadi sorotan publik. Di bawah kepemimpinan PM Narendra Modi, New Delhi terlihat mengesampingkan dukungan lamanya untuk Palestina, justru merangkul erat PM Benjamin Netanyahu, bahkan di tengah guncangan geopolitik dan tuduhan kejahatan perang yang menyelimuti pemimpin Israel tersebut.

Pergeseran ini dimulai dengan kunjungan bersejarah Modi ke Israel pada 2017, yang pertama kalinya dilakukan oleh seorang PM India. Momen pelukan hangat Modi dan Netanyahu di landasan pacu Bandara Ben Gurion seolah menjadi simbol dimulainya era baru, menandai “dinding” yang runtuh antara kedua negara. Analis menilai, sembilan tahun berselang, misi Modi untuk mempererat hubungan ini sudah tercapai sepenuhnya. Persahabatan yang dulunya rahasia, kini menjadi salah satu yang paling terbuka di panggung global.

Meski PM Netanyahu terjerat surat perintah penangkapan dari Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) pada akhir 2024 atas dugaan kejahatan perang di Gaza, Modi tak gentar menyebutnya sebagai “sahabat karib”. Para diplomat India beralasan, langkah ini adalah “pendekatan pragmatis”. Israel, dengan keunggulan teknologi dan militer yang tak tertandingi, dianggap terlalu berharga untuk diabaikan. New Delhi juga berupaya menjaga keseimbangan dengan tetap memperkuat ikatan dengan negara-negara Arab sekutunya.

Namun, tak sedikit analis yang melihat ada harga mahal yang harus dibayar. Anwar Alam dari Policy Perspectives Foundation menyebut, "belokan realistis" India ini telah mengikis kekuatan moral yang dulu dipegangnya di negara-negara Global Selatan. Dukungan Modi, di tengah konflik Palestina yang berkecamuk, dianggap sebagian pihak sebagai legitimasi terhadap negara Israel yang dituding menjalankan praktik apartheid.

Padahal, sejarah mencatat India adalah pendukung setia kemerdekaan Palestina sejak era pasca-kolonial. India menentang rencana PBB memecah Palestina pada 1947, dan menjadi salah satu negara non-Arab pertama yang mengakui Palestina pada 1988. Namun, berakhirnya Perang Dingin memaksa India menghitung ulang strateginya. Selain mendekat ke Amerika Serikat, India juga menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada 1992.

Titik balik terbesar terjadi saat Modi dan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berhaluan nasionalis Hindu berkuasa pada 2014. Ideologi BJP yang berpusat pada visi menjadikan India bangsa Hindu, secara tak langsung menemukan kesamaan pandang dengan Israel. Sejak itu, hubungan pertahanan menjadi jangkar utama, dan kemudian meluas ke berbagai sektor lainnya.

Analisis lebih lanjut menunjukkan, pergeseran ini mencerminkan prioritas India yang kini lebih mengutamakan keuntungan strategis, khususnya di bidang teknologi dan militer, daripada ikatan ideologis atau moral historis. Meskipun ada upaya menyeimbangkan hubungan dengan dunia Arab, keputusan ini berpotensi merusak citra India sebagai suara moral di Global Selatan dan meninggalkan Palestina dalam kondisi yang lebih terisolasi. Ini adalah pelajaran penting tentang bagaimana kepentingan nasional dapat mengubah haluan kebijakan luar negeri suatu negara secara drastis.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook