AFRIKA DIPAKSA PILIH SISI DI TENGAH PERANG RUSIA - Berita Dunia
← Kembali

AFRIKA DIPAKSA PILIH SISI DI TENGAH PERANG RUSIA

Foto Berita

Pengaruh Rusia di benua Afrika kini memasuki babak baru yang jauh lebih rumit. Jika dulu kehadiran mereka identik dengan Wagner Group, sekarang estafet itu diambil alih oleh Africa Corps di bawah kendali langsung Kementerian Pertahanan Rusia. Pergeseran ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari strategi Moskow untuk tetap eksis di Afrika di tengah tekanan sanksi Barat akibat invasi ke Ukraina.

Namun, ada harga mahal yang harus dibayar. Banyak pemuda Afrika yang tergiur janji ekonomi akhirnya direkrut ke dalam medan perang Ukraina. Investigasi Journalists for Justice mencatat setidaknya ada 502 kematian warga Afrika hingga Juni 2026. Kisah pilu datang dari Douala, Kamerun. Mama Regina, seorang ibu, kini hanya bisa menatap potret anaknya, Moses, yang pergi ke Rusia untuk berperang dan tak kunjung pulang. Ia dan banyak keluarga lain hanya bisa pasrah menunggu jenazah tiba.

Di ranah diplomasi, gelaran KTT Rusia-Afrika di Moskow tahun ini menjadi ajang pembuktian pengaruh. Kremlin mengklaim akan ada delegasi dari 48 negara, termasuk 22 kepala negara. Meski angka ini lebih tinggi dibanding KTT 2023 di St Petersburg yang hanya dihadiri 17 kepala negara, antusiasme ini dinilai bukan karena iming-iming ekonomi. Analis menilai, dibandingkan China atau AS, Rusia kalah soal janji investasi besar.

Bagi negara-negara di kawasan Sahel seperti Mali, Burkina Faso, dan Niger, iming-iming utama Rusia sebenarnya bukanlah pembangunan ekonomi, melainkan dukungan militer untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Setelah Prancis terusir, Rusia masuk sebagai penopang rezim. Namun, konflik bersenjata masih merajalela, dan laporan Human Rights Watch justru menuding pasukan Africa Corps melakukan pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan warga sipil dan penyiksaan tahanan.

Meski begitu, Moskow masih punya kartu as historis: narasi 'kami tidak pernah menjajah kalian'. Warisan Uni Soviet yang mendidik generasi perwira Afrika masih menjadi magnet. Di sisi lain, Rusia juga mulai menggarap sektor ekonomi riil, seperti pembangunan kilang emas di Mali yang digarap Yadran Group dengan saham negara mencapai 62 persen.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook