INTEL AMERIKA PANIK, ISRAEL MATA-MATAI GEDUNG PUTIH - Berita Dunia
← Kembali

INTEL AMERIKA PANIK, ISRAEL MATA-MATAI GEDUNG PUTIH

Foto Berita

Washington DC, AS – Hubungan dua sekutu dekat, Amerika Serikat dan Israel, memanas di balik layar. Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) baru-baru ini menaikkan level ancaman spionase Israel dari 'tinggi' menjadi 'kritis'. Ini adalah level tertinggi dalam sistem peringatan mereka.

Menurut laporan NBC News dan New York Times yang mengutip sumber anonim, kekhawatiran ini muncul karena Israel dinilai mulai nekat menyusup ke lingkaran dalam pejabat tinggi AS. Target utamanya bukan main-main: memahami isi diskusi di Gedung Putih soal bagaimana mengakhiri perang dengan Iran.

Ketegangan ini dipicu oleh perbedaan sikap antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Trump, yang mendapat tekanan politik di dalam negeri, terus mendorong gencatan senjata. Sebaliknya, Netanyahu justru menginginkan perang dilanjutkan meskipun sudah ada gencatan senjata sejak 8 April lalu.

Yang bikin situasi makin rumit, aktivitas spionase ini disebut sudah meningkat sejak akhir 2024. Saat itu, mantan Presiden Joe Biden mulai menekan Israel soal perang di Gaza. Tren ini berlanjut setelah Trump kembali menjabat dan mulai menyusun strategi menghadapi Iran.

Laporan NYT bahkan menyebut, agen Israel diduga memata-matai utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan pejabat tinggi Pentagon, Elbridge Colby. Padahal, Witkof adalah negosiator utama dalam perundingan nuklir sebelum serangan ke Iran pada Februari lalu.

Meski juru bicara Pentagon membantah keras laporan ini dengan menyebutnya 'palsu', fakta bahwa DIA menaikkan status kewaspadaan menunjukkan ada api di balik asap. Ini menjadi ironis karena AS selama puluhan tahun mengucurkan miliaran dolar bantuan militer ke Israel, termasuk saat perang di Gaza.

Analisis: Kenaikan level spionase ini bukan sekadar drama intelijen. Ini sinyal bahwa kepercayaan antara dua sekutu sedang retak. Jika benar Israel sampai nekat memata-matai staf Gedung Putih, artinya Netanyahu tidak sepenuhnya percaya pada kebijakan Trump. Dampaknya, koordinasi militer yang selama ini solid bisa terganggu, dan ini berbahaya di tengah situasi perang yang belum jelas ujungnya. Di sisi lain, bagi publik Amerika, ini bisa memicu perdebatan baru soal sejauh mana pengaruh Israel terhadap kebijakan luar negeri AS.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook