Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mencoba mengalihkan perhatian publik dari isu-isu sensitif, termasuk kemarahan atas dua insiden penembakan fatal oleh agen federal. Dalam pidatonya di Iowa, yang merupakan basis suara Partai Republik, Trump dengan bangga menyoroti capaian ekonomi di masa pemerintahannya.
Ia menggambarkan tahun pertamanya sebagai presiden sebagai "yang terhebat" dalam sejarah AS, dengan klaim bahwa ekonomi tengah "meledak," pendapatan meningkat, investasi melambung, dan inflasi berhasil ditaklukkan. Trump bahkan sesumbar telah membuat banyak orang kaya, termasuk mereka yang tak ia sukai, dengan menggandakan kekayaan bersih mereka.
Pidato ini disampaikan di tengah gelombang protes atas kebijakan imigrasi keras yang ia terapkan, terutama di Minnesota. Trump juga memperingatkan bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu akan membawa "hal-hal sangat buruk" bagi negara, termasuk hilangnya pemotongan pajak. Ia menunjuk pada rekor pasar saham AS dan investasi besar oleh perusahaan pembuat alat pertanian, Deere & Co, sebagai bukti keberhasilan kebijakannya.
Meski begitu, di balik klaim Trump yang berapi-api, ada fakta lain yang perlu disorot. Survei New York Times/Siena menunjukkan hanya 32 persen warga Amerika yang merasa ekonomi lebih baik dibanding setahun sebelumnya. Para ekonom juga mengingatkan, angka-angka makro yang impresifāseperti pertumbuhan PDB tahunan yang pernah mencapai 4,3 persenāseringkali menyembunyikan kelemahan fundamental.
Analisis Moody's Analytics bahkan mengungkap bahwa sebagian besar keuntungan ekonomi justru dinikmati oleh kalangan atas, di mana 10 persen kelompok berpenghasilan tertinggi menyumbang sekitar separuh dari total pengeluaran. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang pemerataan kesejahteraan dan apakah klaim "ekonomi booming" benar-benar dirasakan oleh mayoritas masyarakat Amerika. Informasi ini penting agar publik mendapatkan gambaran utuh, tidak hanya dari narasi pemerintah namun juga dari data independen dan sentimen masyarakat.