ANCAMAN HOUTHI GUNCANG JADWAL OLAHRAGA ARAB SAUDI - Berita Dunia
← Kembali

ANCAMAN HOUTHI GUNCANG JADWAL OLAHRAGA ARAB SAUDI

Foto Berita

Persiapan turnamen sepak bola Piala Asia di Arab Saudi tetap berjalan sesuai jadwal meski sejumlah event olahraga internasional lain terpaksa ditunda akibat serangan militer kelompok Houthi. Panitia lokal (LOC) memastikan ajang 24 tim yang dijadwalkan bergulir 7 Januari hingga 5 Februari itu masih on track, dengan alasan seluruh persiapan venue dan layanan pendukung berjalan sesuai rencana.

Namun gelombang penundaan mulai terasa di cabang lain. Asian Tour resmi menunda Saudi International—turnamen golf unggulan senilai 5 juta dolar AS yang disponsori Public Investment Fund (PIF)—yang semula digelar 18-21 November di Riyadh Golf Club. Alasan resminya: tantangan organisasi dan logistik.

Yang lebih mengkhawatirkan, serangan Houthi pada Sabtu lalu menghantam Bandara Internasional Riyadh dan menewaskan 14 orang serta melukai lebih dari 300 lainnya. Dampaknya berantai: Australia menarik timnya dari Kejuaraan Dunia Bersepeda urban, Six Kings Slam tenis dipindah dari Oktober ke Desember, dan FIFA menunda FIFAe Finals 2026 di Jeddah. Tiga laga Saudi Pro League juga ditunda, termasuk laga Al-Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo, sementara pertandingan AFC Champions League Al-Nassr tertunda satu jam setelah sistem pertahanan udara mencegat rudal yang diarahkan ke Riyadh.

Ketua AFC Salman bin Ibrahim Al Khalifa sebelumnya membuka opsi penundaan Piala Asia hingga 2028. Pemerintah Australia bahkan mengimbau warganya untuk mempertimbangkan ulang perjalanan ke Arab Saudi, khususnya ke Bandara King Khalid International.

Analisis dampak: Situasi ini menjadi ujian reputasi bagi ambisi Arab Saudi sebagai pusat olahraga global. Investasi besar melalui PIF di sektor olahraga kini berhadapan dengan risiko keamanan nyata. Bagi masyarakat, ketidakpastian jadwal turnamen berdampak pada sektor pariwisata, tiket, dan ekonomi lokal. Penggemar sepak bola Asia patut memantau perkembangan keamanan menjelang Januari, karena keputusan final bisa berubah sewaktu-waktu mengingat eskalasi konflik belum menunjukkan tanda mereda.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook