Serangan drone Rusia kembali mengguncang Kyiv, Ukraina, pada Jumat lalu. Akibatnya, beberapa jembatan utama yang melintasi Sungai Dnipro terpaksa ditutup total, memicu kekacauan lalu lintas parah di ibu kota tersebut.
Jembatan Southern dan Paton, yang menjadi urat nadi transportasi warga dan angkutan umum, tidak bisa dilewati dari kedua arah. Sementara itu, Jembatan Metro hanya ditutup untuk arah menuju tepi kanan Kyiv. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyebut Jembatan Southern dihantam drone kamikaze Shahed beberapa kali.
Dalam serangan semalam itu, Rusia meluncurkan lebih dari 100 drone ke berbagai wilayah Ukraina. Akibatnya, satu orang dilaporkan tewas. Serangan ini tidak hanya menyasar infrastruktur vital, tetapi juga fasilitas publik seperti taman kanak-kanak di Kherson, toko kelontong di Kharkiv, serta gedung apartemen di Kramatorsk dan Sumy. Setidaknya empat orang dilaporkan terluka di wilayah Dnipro, Odesa, Kharkiv, Kyiv, Poltava, dan Rivne.
Zelenskyy pun menyerukan kepada sekutu agar memperketat sanksi terhadap Rusia. Ia menegaskan, kemampuan Moskow untuk terus mengeskalasi serangan sangat bergantung pada komponen asing yang didapat dari perusahaan-perusahaan di Eropa, Amerika Serikat, China, dan Jepang. "Setiap drone Rusia sebenarnya bisa dihentikan tepat di lini produksinya. Yang dibutuhkan adalah kemauan politik dari negara-negara tersebut," ujarnya.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim drone mereka menghantam jembatan di atas Sungai Dnipro, pembangkit listrik, Pelabuhan Izmail, dan sebuah kapal kargo. Mereka menyebut semua lokasi itu digunakan untuk kepentingan militer Ukraina. Ukraina sendiri melancarkan serangan balasan ke fasilitas Lukoil di Volgograd dan stasiun pengiriman minyak di wilayah Samara.
Analisis Dampak: Penutupan jembatan strategis ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga sehari-hari, tetapi juga berpotensi melumpuhkan distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan di Kyiv. Serangan yang menyasar fasilitas publik menunjukkan eskalasi konflik yang semakin membahayakan warga sipil. Desakan Zelenskyy soal sanksi komponen asing menyoroti celah besar dalam upaya internasional untuk menghentikan produksi senjata Rusia, yang selama ini menjadi kunci kemampuan Moskow dalam melancarkan serangan udara masif.