Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 5,7 menghantam wilayah Prefektur Shizuoka, Jepang tengah, pada Minggu dini hari waktu setempat. Akibatnya, lebih dari 20 orang dilaporkan mengalami luka-luka di Prefektur Aichi dan Shizuoka.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Jepang (JMA), pusat gempa berada di kedalaman sekitar 40 kilometer. Meski getarannya cukup kuat hingga merusak kaca toko dan membuat barang-barang di rak berjatuhan, otoritas memastikan tidak ada ancaman tsunami dari peristiwa ini.
Wilayah yang merasakan getaran cukup luas, mulai dari Kota Hamamatsu, Kyoto, Nara, hingga Prefektur Yamanashi di sekitar Gunung Fuji. Sebagian korban luka dilaporkan terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri di tangga.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang kuat dalam dua hingga tiga hari ke depan. Selain itu, layanan kereta peluru Shinkansen sempat diperlambat dan beberapa rute lokal terhenti sementara untuk pemeriksaan keamanan.
Analisis Dampak: Meskipun tidak memicu tsunami, gempa ini menjadi pengingat serius bagi Jepang akan ancaman gempa megathrust di Palung Nankai. Masyarakat diminta tidak hanya waspada terhadap guncangan susulan, tetapi juga potensi longsor dan batu jatuh, terutama jika turun hujan. Kesiapsiagaan infrastruktur transportasi dan bangunan publik menjadi kunci utama dalam meminimalisir korban jiwa di masa depan.