Harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda penurunan jelang pemilihan sela (midterm elections). Rata-rata harga bensin reguler pada Senin (4/11) tercatat turun menjadi 4,17 dolar AS per galon, atau turun 12 sen dibanding pekan lalu dan 23 sen dari bulan lalu. Meski begitu, angka ini masih jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 3,04 dolar AS per galon.
Penurunan ini terjadi seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak mentah global anjlok 6 persen setelah adanya pembicaraan diplomatik di Qatar untuk mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran. Analis GasBuddy, Patrick De Haan, memperkirakan harga bensin nasional bisa turun di bawah 4 dolar AS per galon dalam sepekan ke depan jika tidak ada eskalasi baru. Sementara itu, harga diesel masih tinggi di 6,29 dolar AS per galon, meski sudah turun 6 sen dari pekan sebelumnya.
Isu biaya hidup menjadi perhatian utama para pemilih. Survei AP-NORC menunjukkan 78 persen pemilih Republik dan 89 persen pemilih Demokrat menilai penanganan biaya hidup harus menjadi prioritas Kongres. Di sisi lain, saham perusahaan energi raksasa seperti ConocoPhillips, Chevron, dan ExxonMobil justru melemah di tengah penurunan harga minyak, sementara indeks saham utama Wall Street justru menguat.