Rekaman CCTV yang dirilis Al Arabiya memperlihatkan momen mengerikan saat serangan Houthi menghantam Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu lalu. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.
Insiden ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik Yaman yang telah berlangsung bertahun-tahun, di mana kelompok Houthi yang didukung Iran semakin berani melancarkan serangan langsung ke jantung Arab Saudi. Bandara Internasional Riyadh merupakan salah satu fasilitas penerbangan tersibuk di kawasan Timur Tengah dan menjadi gerbang utama bagi jutaan penumpang setiap tahunnya.
Dampak serangan ini sangat luas bagi masyarakat. Pertama, keamanan penerbangan sipil di kawasan Teluk kini dipertanyakan, yang berpotensi mengganggu rute penerbangan internasional dan meningkatkan harga tiket. Kedua, warga sipil di Riyadh dan sekitarnya kini hidup dalam ketakutan akan serangan susulan. Ketiga, serangan ini dapat memicu respons militer besar-besaran dari koalisi pimpinan Arab Saudi, yang berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman.
Media internasional seperti Al Jazeera dan Reuters melaporkan bahwa serangan ini juga menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas harga minyak dunia, mengingat Arab Saudi adalah eksportir minyak terbesar. Pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait motif di balik serangan ini, namun juru bicara koalisi menyebut akan ada balasan yang setimpal.