Genoa, Italia โ Delapan tahun setelah tragedi runtuhnya Jembatan Morandi yang menewaskan 43 orang, keluarga korban akhirnya bisa menarik napas lega. Pengadilan Genoa akan membacakan vonis perdana pada Kamis ini, setelah proses persidangan yang berlarut-larut selama hampir empat tahun.
Bencana ini terjadi pada 14 Agustus 2018, saat musim liburan puncak. Claudia Possetti (47) bersama suami barunya, Andrea, dan dua anaknya tengah dalam perjalanan menuju Riviera Italia untuk berlibur. Tiba-tiba, jembatan yang mereka lalui ambruk, membuat mobil mereka jatuh ke rel kereta api di bawahnya. Seketika, empat nyawa melayang dalam sekejap.
Kakak Claudia, Egle Possetti, mengaku cemas namun penuh harap. โSetelah bertahun-tahun, begitu banyak sidang, kami mungkin akhirnya bisa melihat titik terang. Sangat penting bagi kami untuk tahu apakah ada yang bertanggung jawab,โ ujarnya kepada BBC.
Analisis Dampak: Sidang ini bukan sekadar vonis, tapi juga ujian bagi sistem hukum Italia. Jembatan yang dibangun tahun 1960-an ini runtuh karena kombinasi kelalaian perawatan dan dugaan cacat desain. Jaksa menuding perusahaan operator tol Autostrade per l'Italia dan anak perusahaannya sengaja menunda perawatan demi mengejar keuntungan, sementara pembela berdalih ada kesalahan teknis pada kabel beton yang mustahil dicegah.
Yang menarik, vonis ini baru tahap pertama. Proses banding hingga Mahkamah Agung diperkirakan masih makan waktu 2,5 tahun lagi. Artinya, meski vonis sudah dibacakan, perjuangan keluarga korban untuk mendapatkan keadilan absolut masih panjang. Tragedi ini juga menjadi pengingat keras bagi negara-negara dengan infrastruktur tua: jangan pernah mengorbankan keselamatan demi efisiensi biaya.