UGANDA, KOMPAS.TV - Uganda secara resmi mengungkap patung Yonatan Netanyahu, kakak dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang gugur dalam misi penyelamatan sandera di Entebbe 50 tahun silam. Patung tersebut diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat Uganda, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, sebagai bentuk penghormatan atas keberanian dan pengabdian tanpa pamrih Yonatan.
Yonatan merupakan satu-satunya tentara Israel yang tewas dalam operasi dramatis yang berhasil membebaskan lebih dari 100 sandera pada 1976 silam. Saat itu, dua militan Palestina dan dua militan Jerman membajak pesawat Air France yang lepas landas dari Tel Aviv dan memaksanya mendarat di Bandara Internasional Entebbe, Uganda.
Patung Yonatan yang menggambarkan dirinya melangkah maju sambil memegang senapan mesin kini berdiri kokoh di depan terminal lama bandara, tepat di lokasi bersejarah operasi penyelamatan tersebut. Dalam pidatonya, Kainerugaba menyebut misi itu sebagai salah satu episode paling signifikan dalam sejarah modern dan menekankan hubungan erat kedua negara saat ini sebagai perjalanan yang luar biasa.
Operasi penyelamatan yang berlangsung kurang dari 90 menit itu memang sukses membebaskan sandera, namun tidak tanpa korban. Tiga sandera, yakni Jean-Jacques Mimouni, Pasco Cohen, dan Ida Borochovitch, tewas dalam baku tembak. Satu sandera lainnya, Dora Bloch, bahkan dibunuh di rumah sakit di Kampala setelah dianiaya oleh pasukan rezim Idi Amin.
Di sisi lain, puluhan tentara Uganda juga tewas dalam baku tembak dengan pasukan Israel. Kainerugaba dengan jujur mengakui bahwa tentara Uganda saat itu bertugas di bawah rezim diktator Idi Amin yang brutal dan tidak mewakili rakyat Uganda. Ia menyebut peristiwa itu sebagai babak kelam dalam sejarah Uganda, namun menegaskan bahwa hubungan Uganda-Israel kini telah bertransformasi menjadi kemitraan yang dilandasi rasa saling percaya dan kerja sama.