Kabar pilu datang dari Pegunungan Sierra Nevada, California. Sebanyak enam pendaki ski dilaporkan terjebak longsoran salju mematikan, sementara sembilan anggota rombongan lainnya masih belum ditemukan. Mereka terperangkap di tengah badai salju ekstrem dan ancaman longsor susulan yang sangat tinggi, membuat upaya penyelamatan berjalan sangat lambat dan penuh tantangan.
Tim penyelamat, terdiri dari puluhan personel, berjibaku menembus kondisi cuaca mengerikan, angin kencang, dan salju tebal untuk mencapai lokasi. Kapten Russell Greene dari kantor Sheriff Nevada County menjelaskan, proses evakuasi sangat sulit karena tim harus ekstra hati-hati mengingat bahaya longsor susulan masih mengintai di area Castle Peak, dekat Frog Lake. Hingga berita ini diturunkan, tim bahkan belum berhasil mencapai titik longsor.
Beruntung, enam korban selamat berhasil menghubungi petugas melalui suar darurat (emergency beacon) yang mereka bawa. Alat komunikasi ini memungkinkan pesan teks, menjadi satu-satunya harapan di tengah isolasi. Para korban ini juga menunjukkan ketahanan luar biasa, membangun tempat berlindung darurat dari terpal sembari menanti pertolongan tiba.
Insiden nahas ini terjadi di tengah terjangan badai musim dingin dahsyat yang menyapu California pekan ini. Badai ini membawa serta badai petir berbahaya, angin kencang hingga 88 km/jam, dan curah salju yang ekstrem di wilayah pegunungan. Badan Cuaca Nasional (NWS) bahkan memperingatkan bahwa beberapa bagian Pegunungan Sierra Nevada di atas ketinggian 1.000 meter bisa diguyur salju hingga 2,4 meter dalam 48 jam ke depan. Akibatnya, sejumlah resor ski di sekitar Danau Tahoe terpaksa ditutup total atau sebagian demi keamanan pengunjung, mengindikasikan seberapa parah kondisi cuaca saat ini. Kondisi ekstrem ini tidak hanya membahayakan para korban, tetapi juga menjadi ujian berat bagi para pahlawan tim penyelamat yang mempertaruhkan nyawa.