SKANDAL PEGASUS GUNCANG MAROKO, JURNALIS JADI TARGET - Berita Dunia
← Kembali

SKANDAL PEGASUS GUNCANG MAROKO, JURNALIS JADI TARGET

Foto Berita

RABAT - Laporan terbaru Amnesty International mengungkap dugaan praktik pengawasan ilegal terhadap jurnalis dan aktivis di Maroko. Investigasi ini menyoroti penggunaan perangkat lunak mata-mata Pegasus yang diproduksi oleh NSO Group asal Israel.

Salah satu korban, Omar Radi, mengungkapkan bahwa ponselnya diretas selama periode 2018 hingga 2020. Gejala seperti baterai cepat habis dan panas berlebih menjadi tanda awal penyadapan. Lebih dari sekadar digital, Radi mengaku juga diikuti secara fisik oleh agen rahasia yang bahkan mendatangi tukang parkir dan toko langganannya untuk memata-matai aktivitasnya.

Laporan bertajuk We Start With the Verdict: Inside Morocco's Surveillance Machine ini disusun bersama 14 organisasi media dan Forbidden Stories. Selain Radi, tiga nama lain yang disebut sebagai target adalah Fouad Abdelmoumni, Abdessadak El Bouchattaoui, dan Hicham Mansouri.

Amnesty International menuding Direktorat Jenderal Pengawasan Teritorial (DGST) Maroko sebagai dalang di balik penyebaran spyware tersebut. Kesaksian seorang pembocor rahasia berinisial 'Safir' memperkuat temuan ini. Pemerintah Maroko belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini, meskipun sebelumnya mereka menantang Amnesty untuk membuktikan klaim mereka secara material.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook