Washington DC, Al Jazeera - Amerika Serikat dan Iran secara mengejutkan mengumumkan kesepahaman bersama untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan ini menjadi angin segar di tengah konflik berkepanjangan yang mengancam pasokan energi global.
Namun, di balik kabar gembira itu, masih ada satu pertanyaan besar: bagaimana dengan Israel? Hingga berita ini diturunkan, Tel Aviv belum memberikan pernyataan resmi apakah mereka akan mematuhi perjanjian tersebut. Padahal, salah satu poin penting dalam nota kesepahaman itu menuntut penarikan pasukan Israel dari Lebanon.
Analis politik menilai, diamnya Israel justru menjadi tanda tanya besar. Jika Israel menolak, kesepakatan ini bisa jadi hanya 'gencatan senjata di atas kertas'. Dampaknya bagi masyarakat global, terutama harga minyak dan stabilitas Timur Tengah, masih belum jelas. Jalur perdagangan di Selat Hormuz yang sempat lumpuh memang akan kembali normal, tapi konflik darat di Lebanon berpotensi memicu gelombang pengungsi baru.