Kekalahan telak dari Sri Lanka menyisakan pil pahit bagi Australia di ajang Piala Dunia T20. Pathum Nissanka tampil gemilang dengan mencetak abad (century) pertama turnamen, membimbing Sri Lanka meraih kemenangan delapan wicket di Kandy pada Senin (waktu setempat). Hasil ini secara otomatis mengamankan tempat Sri Lanka di babak Super Eights, sementara nasib Australia, yang merupakan juara bertahan 2021, kini berada di ujung tanduk.
Dalam laga mendebarkan tersebut, Nissanka tampil tak terkalahkan dengan 100 dari hanya 52 bola, termasuk lima six dan sepuluh fours. Ia menjadi pemain Sri Lanka pertama yang mencetak dua abad di kancah T20 internasional. Berkat performa cemerlangnya, Sri Lanka berhasil mengejar target 181 yang ditetapkan Australia dengan dua over tersisa. Sebelumnya, Australia sempat memulai dengan baik melalui kapten Mitchell Marsh (54) dan Travis Head (56) yang mencetak 104 run untuk wicket pertama. Namun, mereka kemudian ambruk di akhir inning, kehilangan enam wicket terakhir hanya dengan tambahan 21 run dalam 24 bola, dibatasi oleh bowling apik Dushan Hemantha yang meraih 3-37.
Kini, peluang Australia untuk lolos dari fase grup untuk pertama kalinya sejak 2009 sangat bergantung pada hasil pertandingan lain. Kapten Australia, Mitchell Marsh, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. 'Kami benar-benar berada di tangan takdir sekarang,' ujarnya pasca pertandingan. Mereka bisa tersingkir jika Zimbabwe mengalahkan Irlandia pada Selasa, atau jika Zimbabwe menang melawan Sri Lanka pada Kamis. Jika Zimbabwe kalah di kedua laga tersebut, Australia masih harus mengalahkan Oman di pertandingan terakhir mereka pada Jumat dengan margin besar untuk memperbaiki net run rate mereka. Situasi ini menunjukkan betapa ketat dan penuh kejutan Piala Dunia T20 kali ini, di mana tim-tim kuat pun bisa terpeleset. Di sisi lain, Inggris dan Afrika Selatan sudah lebih dulu memastikan tempat mereka di babak Super Eights, menambah drama persaingan di turnamen akbar ini.