AS TUDUH KANADA IKUT CAMPURI PEMILU - Berita Dunia
← Kembali

AS TUDUH KANADA IKUT CAMPURI PEMILU

Foto Berita

Washington, DC - Hubungan Amerika Serikat dan Kanada kembali memanas. Kali ini, bukan soal dagang, tapi tuduhan campur tangan politik. Kedutaan Besar AS secara resmi menuding Kanada berupaya memengaruhi pemilu sela (midterm) yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.

Dalam lembar fakta yang dirilis Rabu lalu, pihak kedutaan menyoroti langkah Kanada yang dianggap 'menolak' kekhawatiran Washington. AS menilai para pejabat Kanada, mulai dari menteri hingga perdana menteri provinsi, terang-terangan mendeskripsikan rencana untuk memengaruhi politik Amerika dalam dokumen resmi dan pernyataan publik.

Salah satu nama yang disorot adalah Menteri Industri Kanada, Melanie Joly. Kedutaan AS menyoroti pernyataan Joly pada Agustus lalu terkait respons terhadap tarif Trump. Saat itu, Joly menyebut Kanada sengaja menargetkan produk dari negara bagian AS tertentu untuk memberikan 'tekanan politik' yang strategis. Pertemuan Joly dengan pejabat Partai Demokrat di Boston dan Chicago pada September juga dianggap sebagai bukti upaya memengaruhi kebijakan jika Demokrat menang.

Selain Joly, Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, juga masuk dalam daftar. Kampanye iklan pemerintah Ontario yang menampilkan klip mantan Presiden AS Ronald Reagan sedang mengkritik tarif, disebut memicu Trump membatalkan perundingan dagang pada Oktober 2025.

Meski demikian, pihak kedutaan tidak merinci secara spesifik bagaimana tindakan-tindakan tersebut dikategorikan sebagai intervensi pemilu. Joly sendiri membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan pertemuannya dengan politisi AS, baik dari kubu Republik maupun Demokrat, murni untuk membangun ekonomi Kanada dan menarik investasi, bukan untuk mencampuri urusan dalam negeri AS.

Analisis Dampak: Tuduhan ini menambah lapisan ketegangan baru dalam perang dagang yang sudah berlangsung sejak awal masa jabatan kedua Trump. Bagi masyarakat, situasi ini berpotensi memicu sentimen nasionalisme yang lebih tinggi di kedua negara. Di sisi lain, tuduhan intervensi ini bisa menjadi alat politik bagi pemerintahan Trump untuk memperkuat narasi 'America First' menjelang pemilu sela, sementara Kanada berisiko menghadapi retaliasi dagang yang lebih keras jika dianggap terlalu agresif bersikap.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook