BEIRUT TERBAKAR! SERANGAN ISRAEL MELUAS, PBB ANCAM KEJAHATAN PERANG - Berita Dunia
← Kembali

BEIRUT TERBAKAR! SERANGAN ISRAEL MELUAS, PBB ANCAM KEJAHATAN PERANG

Foto Berita

Gelombang serangan udara Israel terus mengguncang Lebanon, bahkan meluas hingga ke ibu kota Beirut, disusul dengan operasi darat di wilayah selatan. Pada Rabu lalu, sebuah bangunan di jantung kota Beirut, tepatnya di Bashoura, hancur lebur setelah dihantam Israel, menyisakan kepulan asap dan kehancuran di area sekitarnya.

Kantor berita Lebanon, NNA, melaporkan insiden ini terjadi tak lama setelah Israel mengeluarkan ancaman evakuasi untuk lokasi tersebut. Militer Israel mengklaim gedung bertingkat 15 itu digunakan oleh Hezbollah untuk menyimpan uang tunai. Ini bukan serangan pertama, lantai bawah gedung tersebut sudah jadi sasaran seminggu sebelumnya, namun kali ini seluruh struktur bangunan rata dengan tanah.

Serangan mematikan ini tak hanya terpusat di Beirut, tapi juga merambah wilayah selatan dan timur Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat setidaknya 20 orang tewas dan 24 lainnya luka-luka dalam rentetan serangan pada hari Rabu saja. Sejak ofensif Israel dimulai pada 2 Maret, total korban jiwa di Lebanon sudah mencapai setidaknya 912 orang, termasuk 111 anak-anak, dan lebih dari 2.200 orang terluka. Tragedi ini juga membuat lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Selain gempuran udara, Israel juga dilaporkan telah melancarkan operasi darat terbatas di Lebanon selatan. Bahkan, mereka mengeluarkan ancaman evakuasi mendesak bagi penduduk empat kota di dekat Sungai Zahrani dan wilayah Tyre, mengimbau mereka untuk segera bergerak ke utara.

Situasi kemanusiaan yang makin parah ini memicu peringatan keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada Selasa, PBB menyatakan serangan Israel yang menargetkan bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum humaniter internasional. Juru bicara kantor HAM PBB menegaskan, sengaja menargetkan warga atau objek sipil adalah 'kejahatan perang'. Perintah pengungsian massal di Lebanon selatan oleh Israel juga disebut bisa melanggar hukum internasional.

Di tengah gempuran yang intens, kelompok Hezbollah di Lebanon selatan masih menunjukkan perlawanan, berupaya menangkis serangan militer Israel. Sekretaris Jenderal Hezbollah, Naim Qassem, dilaporkan telah mengajukan sejumlah syarat agar konflik ini bisa dihentikan. Syarat-syarat tersebut antara lain penghentian serangan Israel, izin bagi pengungsi untuk kembali ke rumah mereka, pembebasan warga yang ditahan Israel selama dua tahun terakhir, serta penarikan mundur tentara Israel dari wilayah Lebanon. Konflik yang terus meluas ini bukanlah pertikaian lokal semata, melainkan bagian dari ketegangan yang lebih besar di kawasan, yang sering disebut sebagai perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook