JAKARTA - Peta politik Amerika Serikat (AS) mulai memanas. Setelah sukses besar di pemilihan sela (midterm) pekan ini, Partai Demokrat dilaporkan tengah bersiap untuk pertarungan besar berikutnya: Pemilihan Presiden 2028.
Jim Messina, arsitek kemenangan kampanye Barack Obama pada 2012, membocorkan bahwa saat ini ada lebih dari dua lusin kandidat potensial yang serius mempertimbangkan langkah maju. Bahkan, sebagian dari mereka sudah mulai menggalang dana dan merekrut tim sukses.
"Saya rasa Anda akan mulai melihat Demokrat mengumumkan komite eksplorasi minggu depan atau beberapa minggu ke depan, mungkin setelah Thanksgiving," ujar Messina dalam podcast Americast BBC, dikutip Jumat (14/11/2025).
Menurut Messina, kemenangan Demokrat di kursi kongres dan pemilihan negara bagian menjadi momentum krusial. Namun, ia mengingatkan bahwa euforia ini bukan berarti endorsement mutlak dari rakyat. Ia menyebut Donald Trump justru menjadi 'MVP' bagi kemenangan Demokrat karena kebijakannya dianggap memicu kemarahan publik.
Fokus utama kampanye Demokrat ke depan, kata Messina, adalah isu ekonomi. Ia mencontohkan bagaimana kebijakan tarif Trump dianggap menghancurkan petani di wilayah pedesaan karena mahalnya biaya operasional, seperti harga solar yang mencapai $7 per galon.
"Kritik umum terhadap Demokrat adalah kami tidak bisa fokus pada satu pesan. Untuk pertama kalinya, Demokrat fokus pada ekonomi dan tidak terpancing pada isu-isu sosial," jelasnya.
Meski begitu, tantangan besar masih menanti. Messina menyoroti sulitnya menyatukan sayap progresif dan sentris di dalam partai. Selain itu, bayang-bayang Donald Trump yang masih akan berkuasa selama musim kampanye diperkirakan akan menjadi faktor pengganggu yang signifikan.