Kesepakatan bersejarah ini baru tercapai setelah melalui proses negosiasi yang berlarut-larut, memakan waktu hingga hampir 25 tahun. Meski demikian, perjalanan panjang tersebut sering kali diwarnai penolakan sengit dari para petani di sejumlah negara Eropa yang khawatir akan dampak liberalisasi perdagangan.
Bagi Eropa, pakta ini menjadi langkah strategis penting untuk mengurangi ketergantungan ekonomi mereka pada Tiongkok. Kesepakatan ini juga datang di tengah iklim perdagangan global yang bergejolak, terutama dengan kebijakan tarif agresif dari Presiden Donald Trump yang menyasar berbagai negara, yang menambah kompleksitas lanskap ekonomi dunia.