Jakarta - Baru beberapa hari lagi kick-off Piala Dunia 2026, masalah visa masih jadi momok menakutkan. Para pemain baru menerima visa mereka di menit-menit akhir, sementara nasib visa suporter masih menggantung. Situasi ini memicu pertanyaan besar soal kesiapan negara tuan rumah.
Jurnalis Al Jazeera, Mohammad Saleh, melaporkan bahwa proses penerbitan visa yang molor ini bukan hanya mengganggu konsentrasi pemain, tapi juga berpotensi mengurangi jumlah penonton yang hadir langsung ke stadion. Padahal, turnamen ini diprediksi jadi yang terbesar dalam sejarah FIFA.
Analisis Dampak: Keterlambatan visa ini bukan cuma masalah administratif. Bagi masyarakat Indonesia yang gemar nonton bola, ini jadi pelajaran berharga. Bayangkan, jika ada event besar di Indonesia, pengurusan visa atau tiket yang berlarut-larut bisa bikin citra negara jelek di mata dunia. Selain itu, dari sisi ekonomi, suporter yang batal datang berarti potensi pemasukan dari sektor pariwisata dan perhotelan ikut menguap. Media lain menyoroti bahwa kekacauan visa ini bisa memicu protes dari federasi sepak bola negara peserta.