TAWARAN DAMAI RUSIA: UKRAINA DIPAKSA LEPAS WILAYAH? - Berita Dunia
← Kembali

TAWARAN DAMAI RUSIA: UKRAINA DIPAKSA LEPAS WILAYAH?

Foto Berita

Perundingan damai antara Rusia dan Ukraina kembali digelar di Jenewa, Swiss, dengan taruhan yang sangat tinggi: masa depan wilayah Ukraina. Pertemuan dua hari ini menjadi sorotan dunia, terutama setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mendesak Ukraina untuk segera mencapai kesepakatan, meski Kyiv menolak keras tuntutan Moskow untuk menyerahkan sebagian wilayahnya.

Kremlin sendiri mengakui bahwa fokus utama pembicaraan adalah isu teritorial, khususnya desakan agar Ukraina menyerahkan sekitar 20 persen wilayah Donetsk bagian timur yang belum berhasil direbut Rusia. Tuntutan ini telah berulang kali ditolak tegas oleh Kyiv, yang menganggapnya sebagai pengkhianatan kedaulatan dan kedaulatan.

Tekanan agar Ukraina segera berkompromi justru datang dari Presiden AS Donald Trump. Ia secara blak-blakan menyebut negosiasi ini 'besar' dan meminta Ukraina untuk 'segera datang ke meja perundingan' tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Desakan dari Washington ini, menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, justru menjadi tekanan terbesar yang dihadapi negaranya untuk membuat konsesi.

Perundingan yang dimulai hari Selasa ini dilangsungkan tertutup, tanpa kehadiran media, mengikuti dua putaran sebelumnya di Abu Dhabi yang berakhir buntu tanpa terobosan. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa kali ini mereka ingin membahas isu-isu yang lebih luas, termasuk 'isu utama' terkait wilayah dan tuntutan Moskow lainnya.

Namun, dari kubu Ukraina, sinyal perdamaian masih jauh. Presiden Zelenskyy lewat media sosialnya mengkritik bahwa tentara Rusia masih terus menyerang Ukraina, bahkan di malam menjelang perundingan, menunjukkan ketidakseriusan Moskow dalam upaya diplomasi. Ia menegaskan, perdamaian hanya bisa tercapai dengan tekanan kuat terhadap Rusia dan jaminan keamanan yang jelas untuk Ukraina.

Perang Rusia-Ukraina yang kini menjelang peringatan empat tahun invasi skala penuh, telah menjelma menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Puluhan ribu nyawa melayang, jutaan orang terpaksa mengungsi, serta banyak kota dan desa hancur lebur. Rusia saat ini menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina, termasuk Krimea dan sebagian Donbas yang dicaplok sebelum invasi besar-besaran 2022. Moskow menginginkan penarikan pasukan Ukraina dari wilayah strategis yang dibentengi sebagai bagian dari kesepakatan damai, yang lagi-lagi ditolak Kyiv.

Kyiv sendiri menuntut jaminan keamanan kuat dari Barat sebagai prasyarat. Delegasi Rusia dalam perundingan ini dipimpin oleh Vladimir Medinsky, penasihat Presiden Vladimir Putin, sosok yang sebelumnya pernah dituduh oleh negosiator Ukraina tidak serius dalam perundingan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook