Managua, Nikaragua – Hubungan diplomatik antara Nikaragua dan Italia resmi terputus. Keputusan sepihak ini diumumkan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Nikaragua pada Kamis (21/3) waktu setempat. Langkah dramatis ini dipicu oleh pernyataan Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, yang mengecam keras Nikaragua karena dinilai melindungi teroris.
akar permasalahannya adalah sosok Alessio Casimirri, mantan anggota kelompok ekstrem kiri Brigade Merah. Casimirri telah divonis bersalah atas penculikan dan pembunuhan mantan Perdana Menteri Italia, Aldo Moro, pada tahun 1978. Namun, ia sudah puluhan tahun hidup bebas dan bahkan mendapatkan kewarganegaraan Nikaragua.
Kemarahan Italia memuncak saat Tajani dalam pidatonya di Madrid menyebut Nikaragua sebagai negara ekstremis yang melindungi 'teroris berbahaya'. Nikaragua langsung bereaksi keras. Konstitusi mereka memang melarang ekstradisi warga negara sendiri, sehingga permintaan Italia untuk menyerahkan Casimirri selalu mentah.
Analisis Dampak: Putusnya hubungan diplomatik ini bukan sekadar drama politik antar negara. Ini menunjukkan betapa seriusnya Italia mengejar keadilan atas kasus Aldo Moro yang menjadi luka sejarah mendalam. Bagi Nikaragua, langkah ini bisa memperkuat citranya sebagai 'negara pelindung' bagi tokoh-tokoh kontroversial. Di sisi lain, Italia kini kehilangan jalur diplomatik resmi untuk menuntut ekstradisi, meskipun Tajani menegaskan akan terus memperjuangkannya di forum internasional seperti Parlemen Eropa.