TRUMP TAWARKAN 'PENGAMBILALAHAN DAMAI' KUBA: BANTUAN ATAU ANCAMAN? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP TAWARKAN 'PENGAMBILALAHAN DAMAI' KUBA: BANTUAN ATAU ANCAMAN?

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ide mengejutkan: 'pengambilalihan damai' Kuba oleh Washington. Pernyataan ini muncul saat ia hendak menaiki helikopter kepresidenan Marine One, di mana Trump menjawab pertanyaan media seputar hubungan tegang AS dengan negara seperti Iran dan Kuba.

Menurut Trump, Kuba saat ini berada dalam masalah besar; tanpa uang, minyak, atau makanan, dan sedang di ambang kehancuran. Ia mengklaim bahwa pemerintah Kuba telah berdialog dengan AS dan membutuhkan bantuan. "Mungkin kita akan melakukan pengambilalihan Kuba secara damai," ujar Trump, seraya menyebut transisi ini akan "sangat positif bagi rakyat yang diusir atau lebih buruk."

Sejak dua bulan terakhir, Trump memang aktif mendorong perubahan rezim di pulau Karibia yang dipimpin komunis itu, melalui tekanan ekonomi dan diplomatik. Sekretaris Negara, Marco Rubio, seorang keturunan Kuba-Amerika dengan pandangan keras, disebut sebagai pemimpin inisiatif ini. Trump juga menegaskan, ia sudah mendengar tentang perlunya perubahan di Kuba sejak lama dan kini melihat kemungkinan itu terjadi.

Hubungan AS dan Kuba memang tegang sejak lama, dengan embargo perdagangan penuh yang diberlakukan AS sejak tahun 1960-an. Namun, ketegangan makin memanas sejak 3 Januari, kala Trump menyetujui operasi militer untuk menculik dan memenjarakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sekutu dekat Kuba. Diperkirakan 32 tentara Kuba tewas dalam serangan tersebut, di samping personel militer Venezuela.

Pasca insiden tersebut, tekanan terhadap Kuba makin meningkat. Pada 11 Januari, AS mengumumkan penghentian aliran minyak dan uang dari Venezuela ke Kuba. Kemudian, 29 Januari, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang mengancam tarif bagi negara mana pun yang memasok minyak secara langsung atau tidak langsung ke Kuba. Hal ini krusial, mengingat jaringan energi Kuba sangat bergantung pada bahan bakar fosil untuk listrik.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan potensi 'keruntuhan' kemanusiaan di pulau itu jika pasokan tidak segera dipulihkan. Panel ahli HAM PBB bahkan meragukan alasan AS bahwa Kuba merupakan 'ancaman luar biasa' terhadap keamanan nasional AS akibat hubungannya dengan Tiongkok, Rusia, dan rival AS lainnya. Analis melihat, klaim 'pengambilalihan damai' ini ironis mengingat serangkaian tindakan keras dan dampak kemanusiaan yang ditimbulkannya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook