GENcatan SENJATA KHERson BERAKHIR, WARGA OLESHKY BERHASAR PULANG - Berita Dunia
← Kembali

GENcatan SENJATA KHERson BERAKHIR, WARGA OLESHKY BERHASAR PULANG

Foto Berita

Gencatan senjata kemanusiaan di wilayah Kherson, Ukraina, resmi berakhir pada Minggu malam (waktu setempat). Kesepakatan yang dimediasi oleh Ibu Negara AS Melania Trump dan Paus Leo XIV ini sempat membuka jalan bagi warga sipil di Kota Oleshky—yang diduduki Rusia sejak awal invasi 2022—untuk dievakuasi.

Selama gencatan senjata berlangsung sejak Selasa lalu, momen haru terjadi pada Sabtu ketika warga Ukraina yang terjebak di Oleshky akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarga mereka setelah bertahun-tahun terpisah. Oleshky sendiri sempat terkepung: di satu sisi oleh Sungai Dnipro, di sisi lain oleh pasukan Rusia, dengan jalur keluar yang dipenuhi ranjau dan ancaman serangan drone. Warga di sana mengalami krisis pangan, air, dan listrik.

Namun, di luar zona gencatan senjata, pertempuran justru semakin panas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan bahwa Rusia menghantam infrastruktur energi di empat wilayah dalam semalam, menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan listrik. Serangan lainnya menewaskan dua orang, termasuk seorang gadis berusia 13 tahun, di wilayah Vinnytsia.

Di sisi lain, Ukraina membalas dengan menyerang produsen bahan bakar misil utama Rusia di wilayah Rostov. Serangan ini memicu kebakaran dan merusak empat fasilitas produksi. Zelensky juga mengungkapkan bahwa intensitas serangan Rusia pekan ini "sangat tinggi" dan menuduh Moskow memanfaatkan kelangkaan rudal pencegat balistik. Ia mendesak AS dan Eropa untuk segera memasok rudal Patriot.

Dampak bagi masyarakat: Pemadaman listrik bergilir kini diberlakukan di seluruh Ukraina, termasuk Kyiv, yang mengalami pemadaman hampir sepanjang hari. Pasokan air juga terganggu. Sementara itu, evakuasi warga Oleshky harus melalui rute memutar—melewati wilayah pendudukan Rusia, terbang ke Belarus, lalu menyeberang ke Ukraina. Situasi ini menunjukkan bahwa gencatan senjata lokal hanya memberi jeda singkat, sementara krisis kemanusiaan dan energi masih membayangi warga sipil.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook