Situasi di kawasan Teluk semakin memanas, memicu kekhawatiran serius akan pasokan energi dunia. Serangan terhadap fasilitas minyak dan gas di wilayah strategis ini kian intensif, terutama setelah Israel melancarkan serangan ke fasilitas energi Iran. Kini, Iran membalas dengan meningkatkan serangannya ke negara-negara tetangga di Teluk.
Dampak dari eskalasi ini bukan main-main. Kerusakan fasilitas energi yang terjadi sangat signifikan dan diprediksi butuh waktu bertahun-tahun untuk perbaikan total. Konsekuensi jangka panjang pun sudah di depan mata; Qatar, salah satu eksportir gas utama, telah mewanti-wanti kemungkinan pengurangan ekspor.
Para ahli mengingatkan, peningkatan tensi ini sangat berbahaya. Mengingat kawasan Teluk bertanggung jawab atas seperlima dari total produksi energi global, menjadikan fasilitas energi sebagai medan perang bisa memicu krisis energi global. Jika pasokan terganggu, kita bisa melihat lonjakan harga minyak dan gas, yang ujung-ujungnya akan membebani masyarakat lewat kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari dan potensi perlambatan ekonomi di berbagai negara. Ini bukan hanya masalah regional, tapi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi dunia.