Moskow, Rusia - Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah St Petersburg dan sekitarnya, tepat di hari terakhir forum ekonomi tahunan Rusia. Pihak berwenang Rusia menyebut ini sebagai serangan yang 'belum pernah terjadi sebelumnya'.
Gubernur Wilayah Leningrad, Aleksandr Drozdenko, mengklaim lebih dari 140 drone berhasil ditembak jatuh. Sementara itu, Gubernur St Petersburg, Alexander Beglov, untuk pertama kalinya sejak perang dimulai lebih dari empat tahun lalu, meminta warga tetap tinggal di dalam rumah.
Serangan ini memicu kebakaran di sebuah fasilitas militer Rusia dan memaksa evakuasi warga. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengonfirmasi bahwa drone negaranya menempuh jarak 1.000 km untuk menghantam gudang senjata Angkatan Laut Rusia dan sebuah pangkalan angkatan laut di Kronstadt. Sebuah depot minyak di Krasnodar, 500 km dari lokasi, juga ikut menjadi sasaran.
Zelensky menyebut aksi ini sebagai 'sanksi jarak jauh' dan respons yang adil atas serangan Rusia. Di sisi lain, ia kembali mendesak gencatan senjata dan negosiasi langsung dengan Presiden Vladimir Putin.
Menariknya, serangan ini terjadi saat forum ekonomi yang bertujuan menarik investasi asing itu masih berlangsung. Forum tersebut dihadiri ribuan tamu dari 130 negara, termasuk delegasi AS yang hadir untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun. Putin sendiri menolak ajakan bertemu Zelensky, dengan alasan gencatan senjata hanya akan memberi Ukraina waktu untuk mengatur ulang pasukan.
Analisis Dampak: Serangan ini menunjukkan kemampuan jelajah drone Ukraina yang semakin canggih, bahkan mampu menembus pertahanan udara di sekitar ibu kota ekonomi Rusia. Ini menjadi pukulan citra bagi Kremlin yang tengah berusaha meyakinkan investor asing bahwa situasi di dalam negeri tetap aman dan terkendali. Penolakan Putin untuk bernegosiasi juga mengindikasikan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang, sehingga eskalasi militer justru berpotensi terus meningkat.