Kekerasan di Gaza kembali menelan korban jiwa meski kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sudah berjalan sejak Oktober tahun lalu. Sedikitnya lima warga Palestina tewas dalam berbagai serangan Israel pada Senin (6/1/2025), menurut sumber medis dan laporan media setempat.
Dua orang tewas dalam serangan tembakan dan serangan udara terpisah di Khan Younis selatan, sementara satu lainnya tewas akibat serangan drone di desa al-Masdar. Satu korban lagi, Hani Hamed Kahil, tewas dalam serangan terhadap sebuah kendaraan di lingkungan Tal al-Hawa, Gaza City utara, dengan lima orang lainnya terluka. Korban kelima, Youssef Abu Younis, meninggal akibat luka yang dideritanya dari serangan sebelumnya di pos polisi al-Mawasi pada Minggu.
Data Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan bahwa sejak 'gencatan senjata' bergulir, sudah ada 1.593 warga Palestina yang tewas dan 5.748 lainnya luka-luka. Secara total, agresi Israel di Gaza telah merenggut nyawa 74.609 orang dan melukai 175.872 lainnya. Di tengah situasi ini, utusan Dewan Perdamaian, Nickolay Mladenov, tiba di Israel untuk mengupayakan izin masuknya tenda dan percepatan rekonstruksi. PBB mencatat hampir 2 juta orang membutuhkan bantuan tempat tinggal, dengan separuh tenda di Gaza perlu diganti menjelang musim dingin.