Jakarta – Di tengah krisis ekonomi yang makin parah, Kuba mulai membagikan susu bubuk bantuan dari Meksiko dan Uruguay. Pemerintah setempat memprioritaskan anak-anak, ibu hamil, dan fasilitas kesehatan anak untuk mendapatkan pasokan ini terlebih dahulu.
Langkah ini menjadi sinyal darurat pangan di negara tersebut. Kuba selama ini bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pokok warganya, namun blokade ekonomi dan penurunan pariwisata membuat pasokan semakin menipis. Akibatnya, kelangkaan susu, obat-obatan, dan bahan bakar menjadi pemandangan sehari-hari.
Menurut analis ekonomi, bantuan susu ini hanya solusi jangka pendek. Untuk jangka panjang, Kuba perlu mereformasi sistem ekonominya agar bisa mandiri. Situasi ini juga memberikan gambaran nyata bagaimana krisis ekonomi berdampak langsung pada gizi dan kesehatan anak-anak.
Bagi masyarakat Indonesia, krisis di Kuba menjadi pengingat pentingnya ketahanan pangan dan diversifikasi sumber daya. Negara yang terlalu bergantung pada impor atau satu sektor ekonomi sangat rentan terhadap guncangan global seperti pandemi atau perang dagang.