RIVERHEAD, LONG ISLAND – Nasib tragis delapan wanita yang jasadnya ditemukan berserakan di pesisir Gilgo Beach akhirnya mendapat keadilan. Rex Heuermann, pria 62 tahun yang dikenal sebagai pembunuh berantai sadis, resmi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan bebas bersyarat pada Rabu (30/4/2025).
Hakim Timothy Mazzei menjatuhkan tiga hukuman seumur hidup berturut-turut untuk pembunuhan tingkat pertama, ditambah 25 tahun hingga seumur hidup untuk empat dakwaan pembunuhan tingkat kedua. 'Kamu adalah pria kecil yang menjijikkan dan hina, jika kamu memang bisa disebut pria. Dan kamu pengecut,' kecam Hakim Mazzei di pengadilan Riverhead. 'Bawa dia keluar dari sini.' Ruang sidang pun bergemuruh dengan sorak-sorai.
Heuermann, yang sebelumnya mengaku tidak bersalah, akhirnya mengakui telah mencekik dan mengikat korbannya sebelum membuang jasad mereka di sepanjang pantai terpencil Long Island antara tahun 1993 hingga 2010. Delapan korbannya adalah Melissa Barthelemy (24), Megan Waterman (22), Amber Costello (27), Maureen Brainard-Barnes (25), Jessica Taylor (20), Valerie Mack (24), Sandra Costilla (28), dan Karen Vergata (34).
Sidang berlangsung dramatis dengan pernyataan pedih dari keluarga korban. Amanda, adik Melissa Barthelemy, mengungkap bahwa Heuermann menelepon keluarganya setelah membunuh kakaknya dan membeberkan detail mengerikan tentang pemerkosaan serta membiarkan jasad Melissa membusuk. 'Aku baru berusia 15 tahun saat itu,' katanya sambil menantang Heuermann menatapnya. 'Hal-hal yang akan kulakukan padamu lebih buruk dari apa pun yang pernah kau lakukan pada siapa pun. Sisihkan tempat untukku di neraka, karena aku akan menemuimu di sana,' ucapnya dengan penuh amarah.
Jaksa Wilayah Suffolk County, Ray Tierney, memberikan penghormatan kepada keluarga korban. 'Saya ingin mereka mendapatkan balas dendam dengan menjalani hidup yang indah... sekarang saatnya bagi mereka untuk pulih,' ujarnya. Heuermann, seorang arsitek dan ayah dua anak, ditangkap pada 2023 setelah lebih dari satu dekade kasus ini mandek.
Dampak Sosial: Kasus ini menyoroti celah panjang dalam investigasi kasus hilangnya pekerja seks di Amerika Serikat. Publik kini mendesak reformasi sistem kepolisian agar kasus perempuan rentan tidak lagi diabaikan.