Pemerintah Inggris, lewat Perdana Menteri Keir Starmer, siap mengambil langkah tegas untuk melindungi anak-anak dari ancaman dunia maya. Tidak tanggung-tanggung, mereka menargetkan konten berbahaya yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) dan mempertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, mengikuti jejak Australia.
Pengumuman yang disampaikan Senin lalu ini menyoroti kekhawatiran serius terhadap konten ilegal dan tidak senonoh yang diciptakan oleh AI, terutama gambar yang menyeksualisasi tanpa persetujuan. Starmer menegaskan, hukum harus sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi untuk menjaga kesejahteraan anak dan membantu orang tua menavigasi 'ranjau' media sosial.
Langkah konkretnya melibatkan amandemen undang-undang kejahatan dan perlindungan anak yang ada. Pemerintah akan mencari kewenangan hukum khusus agar bisa bertindak cepat, tanpa harus menunggu bertahun-tahun untuk legislasi baru setiap kali teknologi berubah. Konsultasi publik yang akan dimulai Maret ini akan membahas berbagai opsi, termasuk penetapan usia minimum untuk media sosial dan larangan penggunaan VPN (Virtual Private Network) bagi anak-anak untuk mengakses konten pornografi.
Inggris tidak sendiri dalam upaya ini. Australia sudah lebih dulu memberlakukan larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun. Sejak aturan itu berlaku, perusahaan media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube dilaporkan telah memblokir sekitar 4,7 juta akun yang teridentifikasi milik anak di bawah usia tersebut. Bahkan, perusahaan media sosial di sana bisa dikenakan denda fantastis hingga 49,5 juta Dolar Australia jika gagal memenuhi aturan ini.
Rencana Starmer ini mendapat dukungan luas dari kedua partai besar di Inggris, baik Partai Buruh maupun Partai Konservatif. Namun, kebijakan semacam ini tak lepas dari potensi tantangan. Pembatasan akses bisa berdampak pada privasi orang dewasa dan memicu perdebatan tentang kebebasan berekspresi, seperti yang pernah terjadi dengan Amerika Serikat. Contohnya, situs hosting gambar Imgur sempat memblokir semua pengguna di Inggris tahun lalu akibat aturan verifikasi usia yang lebih ketat. Masyarakat perlu mencermati bagaimana implementasi kebijakan ini nanti agar tujuan perlindungan anak tercapai tanpa mengorbankan hak-hak digital lainnya.