LULA SIAP HADAPI TRUMP: TAK MAU DUNIA DINGIN LAGI! - Berita Dunia
← Kembali

LULA SIAP HADAPI TRUMP: TAK MAU DUNIA DINGIN LAGI!

Foto Berita

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva bersiap melawat ke Amerika Serikat awal Maret mendatang, membawa misi diplomatik yang tegas: menolak 'Perang Dingin baru' dan menyerukan perlakuan setara bagi semua negara. Dalam konferensi pers usai kunjungannya ke India, Lula menyatakan ingin menyampaikan langsung kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Brasil tidak menginginkan adanya campur tangan di negara lain dan mendambakan perdamaian. 'Dunia tidak butuh lebih banyak turbulensi; dunia butuh perdamaian,' tegas Lula, menekankan harapannya agar hubungan Brasil-AS bisa kembali normal.

Agenda pertemuan Lula dan Trump diperkirakan akan mencakup isu perdagangan, imigrasi, dan investasi. Meski kedua pemimpin ini sebelumnya punya pandangan berbeda soal tarif, konflik Israel-Gaza, hingga kasus penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS, sinyal perbaikan hubungan tampak jelas. Sebagai contoh, pada November lalu, pemerintahan Trump bahkan membebaskan ekspor kunci Brasil dari tarif 40 persen yang sempat diberlakukan. Ini menunjukkan adanya upaya konkret untuk merajut kembali benang-benang kemitraan yang sempat renggang.

Kunjungan ke Washington ini datang tak lama setelah Lula merampungkan lawatan tiga harinya ke India, di mana ia bertemu Perdana Menteri Narendra Modi. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerja sama di sektor mineral kritis dan logam tanah jarang (rare earths), sembari mencari cara untuk diversifikasi perdagangan. Kesepakatan MoU non-binding ini, yang berfokus pada investasi timbal balik serta eksplorasi dan penambangan, menegaskan ambisi Brasil untuk memperkuat posisinya di rantai pasok global dan mengurangi ketergantungan pada satu blok kekuatan. Sikap Lula yang menolak 'Perang Dingin baru' dan terus memperluas jaringan kerja sama di luar blok tradisional, seperti yang terlihat dengan India, menunjukkan strategi Brasil untuk menjadi pemain kunci yang seimbang di tengah dinamika geopolitik global, demi menciptakan stabilitas dan peluang ekonomi bagi rakyatnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook