MINGGU PALMA LEBANON: DOA DI BAWAH BAYANGAN PERANG - Berita Dunia
← Kembali

MINGGU PALMA LEBANON: DOA DI BAWAH BAYANGAN PERANG

Foto Berita

Umat Kristiani di Lebanon merayakan Minggu Palma dengan khidmat, mengenang masuknya Yesus ke Yerusalem. Namun, perayaan suci ini diselimuti kekhawatiran mendalam akibat konflik Israel dan Hizbullah yang makin memanas, melempar bayangan gelap di seluruh negeri.

Di Beirut, gereja-gereja seperti Maronit Katolik di dekat Dahiyeh, pinggiran selatan, dipadati jemaat, meskipun area sekitarnya kini sepi setelah perintah evakuasi dan serangan udara Israel. Sementara itu, di kota pesisir Tyre, yang sebagian jalannya terputus akibat jembatan hancur karena bom Israel, lonceng gereja tetap berdentang dan suara paduan suara memenuhi udara.

Di tengah situasi genting ini, para jemaat berdoa dengan sungguh-sungguh untuk perdamaian. Meski Lebanon punya sejarah panjang ketegangan sektarian antara Kristen dan Muslim yang berakar dari perang saudara 1975-1990, kini semua komunitas merasakan dampak konflik ini. Mahia Jamus, seorang mahasiswa berusia 20 tahun di Beirut, menegaskan, “Tidak ada yang aman dari ini—bukan orang Kristen, bukan siapa pun.” Roseth Katra dari Tyre menambahkan bahwa mereka tetap bertahan di tanah leluhur, merayakan tradisi di tengah kehancuran. “Di tengah perang, tragedi, dan kehancuran yang terjadi di sekitar kami, kami tetap berada di tanah kami,” ujarnya.

Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat, setidaknya 1.238 orang tewas dan lebih dari 3.500 lainnya luka-luka akibat serangan Israel sejak 2 Maret. Konflik regional ini terus meluas, dengan pasukan Israel melancarkan invasi darat dan Hizbullah mengklaim puluhan operasi balasan dalam 24 jam terakhir. Situasi ini tidak hanya memakan korban jiwa dan merusak infrastruktur vital, tetapi juga mengancam kohesi sosial di negara yang punya sejarah kompleks. Pesan persatuan dari umat Kristen Lebanon ini menjadi penting, menunjukkan bahwa di tengah krisis, solidaritas antarwarga menjadi kekuatan utama untuk bertahan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook