Duka mendalam menyelimuti komunitas Katolik di Kenya. Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan beberapa kendaraan terjadi di area Salama, sekitar 90 kilometer arah tenggara Nairobi, pada Sabtu dini hari waktu setempat. Insiden ini merenggut nyawa sedikitnya 17 orang, yang sebagian besar merupakan peziarah Katolik yang sedang dalam perjalanan menuju situs doa di Kabupaten Nakuru.
Menurut keterangan pihak kepolisian, kecelakaan bermula ketika seorang pengemudi truk berusaha mendahului truk lain namun gagal. Akibatnya, terjadi tabrakan berantai yang melibatkan sebuah van penumpang berkapasitas 14 orang yang mengangkut para peziarah tersebut. Pengemudi van dan 16 penumpangnya, yang mayoritas perempuan, dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Uskup Agung Keuskupan Katolik Mombasa, Martin Kivuva, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi ini. Senada dengan itu, Presiden William Ruto juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, sahabat, dan seluruh umat Katolik yang sedang berduka. Otoritas Keselamatan Transportasi Nasional Kenya (NTSA) telah meluncurkan investigasi untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini.
NTSA mencatat bahwa ruas jalan tempat kejadian perkara merupakan titik rawan kecelakaan (black spot) yang sudah lama menjadi perhatian. Meski demikian, kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah kronis di Kenya dan wilayah Afrika lainnya. Data dari media lokal menunjukkan tingginya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas, yang sering kali disebabkan oleh kondisi kendaraan yang tidak layak, kecepatan berlebih, dan infrastruktur jalan yang buruk.