PETUGAS POLIO PAKISTAN JADI SASARAN TEMBAK - Berita Dunia
← Kembali

PETUGAS POLIO PAKISTAN JADI SASARAN TEMBAK

Foto Berita

Insiden kekerasan kembali mewarnai upaya vaksinasi polio di Pakistan. Dua anggota polisi yang bertugas mengawal tim vaksinator tewas ditembak oleh pelaku tak dikenal yang mengendarai sepeda motor di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa (4/2), tepat sehari setelah empat polisi pengawal vaksin polio diculik di wilayah yang sama.

Menurut keterangan kepolisian setempat, insiden terjadi saat para korban sedang dalam perjalanan menuju desa terdekat untuk mengamankan tim vaksinasi. Meski demikian, pihak berwenang memastikan tidak ada staf vaksinator yang berada di dalam mobil polisi saat serangan terjadi. Satu anggota polisi lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan.

Hingga kini, belum ada kelompok yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, pola serangan ini sangat mirip dengan aksi yang sering dilakukan oleh kelompok militan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP). Kelompok ini dikenal memiliki pemahaman keliru yang menganggap tim vaksinasi polio sebagai bagian dari konspirasi Barat untuk mensterilkan anak-anak.

Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, dengan tegas mengecam aksi penembakan ini. Ia menyebut insiden tersebut sebagai tindakan yang sangat memprihatinkan dan tidak dapat dibenarkan. Dalam pernyataannya di platform X, ia menegaskan bahwa para polisi yang bertugas melindungi tim polio sedang menjalankan tugas nasional, dan pengorbanan mereka tidak akan pernah dilupakan.

Meningkatnya eskalasi kekerasan ini menjadi pukulan berat bagi program imunisasi nasional. Pakistan dan Afghanistan merupakan dua negara terakhir di dunia yang masih endemik virus polio liar. Tahun lalu, Pakistan melaporkan 31 kasus, dan tahun ini sudah tercatat delapan kasus baru, dengan Khyber Pakhtunkhwa sebagai provinsi dengan angka tertinggi.

Serangan ini terjadi bersamaan dengan peluncuran program vaksinasi besar-besaran yang menyasar hampir 24 juta anak di 97 distrik berisiko tinggi. Situasi keamanan yang memburuk dikhawatirkan akan menghambat tercapainya target imunisasi, sehingga meningkatkan risiko penyebaran virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada anak-anak.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook