Dalam waktu singkat, hanya 17 hari, Iran dikejutkan oleh gelombang protes yang membesar drastis. Awalnya dipicu oleh masalah ekonomi, unjuk rasa ini kini telah berubah menjadi kerusuhan terburuk yang melanda negara itu dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Iran di Teheran menuding bahwa kekerasan dan gejolak ini sengaja 'dikumandangkan' oleh kekuatan asing. Sementara itu, dari sisi internasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman aksi militer AS.
Situasi ini membuat Iran berada di titik genting, dengan ketidakpuasan domestik yang berawal dari ekonomi kini merembet menjadi isu keamanan dan politik yang lebih luas, serta menarik perhatian serius dari dunia.