Newark, AS – Pemerintah kota Newark, New Jersey, memberlakukan jam malam di sekitar pusat penahanan imigrasi Delaney Hall menyusul eskalasi ketegangan antara polisi dan pengunjuk rasa. Wali Kota Newark, Ras Baraka, mengumumkan kebijakan ini pada Minggu pagi (25/5) setelah gelombang protes yang berlangsung lebih dari seminggu.
Aturan jam malam berlaku mulai pukul 21.00 hingga 06.00 waktu setempat dalam radius setengah mil (0,8 km) dari pusat penahanan. Jalan Doremus Avenue juga ditutup untuk pejalan kaki dan kendaraan yang tidak bisa memverifikasi kepentingannya di area tersebut. Baraka menyatakan langkah ini diambil karena situasi yang semakin genting dan meningkatnya kebutuhan intervensi polisi.
"Beberapa individu telah ditangkap dan terbukti membawa senjata, ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman tersebut," tulis Baraka dalam pernyataannya.
Delaney Hall, yang dikelola oleh kontraktor swasta GEO Group, menjadi pusat kontroversi setelah kembali beroperasi sebagai fasilitas penahanan imigrasi tahun lalu. Para tahanan melancarkan mogok makan massal pada bulan Mei, mengeluhkan kondisi hidup yang buruk seperti makanan kadaluarsa, minimnya perawatan medis, dan kekerasan dari petugas.
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, sebelumnya mendorong pembentukan zona protes khusus untuk mengurangi bentrokan. Namun, bentrokan tetap terjadi. Dalam penggerebekan Rabu malam, enam pengunjuk rasa ditangkap. Protes ini juga menyeret nama Wali Kota Baraka yang setahun lalu sempat ditangkap atas tuduhan melanggar batas area saat aksi solidaritas.
Analisis: Kebijakan jam malam ini memicu perdebatan publik di AS. Di satu sisi, pemerintah daerah beralasan untuk melindungi keselamatan publik. Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia mengecamnya sebagai upaya membungkam protes sah. Data dari Syracuse University menunjukkan 71 persen tahanan imigrasi tidak memiliki catatan kriminal, bertentangan dengan klaim pemerintahan Trump yang menyebut mereka sebagai 'kriminal berat'. Situasi ini mengingatkan pada kebijakan kontroversial pemisahan keluarga imigran yang pernah menuai kecaman internasional.