BLOKADE HORMOZ: DUNIA HADAPI BADAI LOGISTIK TAK TERDUGA! - Berita Dunia
← Kembali

BLOKADE HORMOZ: DUNIA HADAPI BADAI LOGISTIK TAK TERDUGA!

Foto Berita

Penutupan efektif Selat Hormuz bukan cuma sekadar masalah navigasi sesaat. Para ahli memperingatkan, guncangan di jalur pelayaran vital ini bakal memicu krisis logistik global yang dampaknya terasa berbulan-bulan, bahkan mungkin mengubah cara industri pengiriman beroperasi selamanya, jauh setelah blokade resmi dibuka.

Laporan dari Al Jazeera menyebut, Selat Hormuz —jalur strategis yang mengangkut sekitar 20 persen minyak mentah dunia— kini terblokir sebagian oleh Iran. Langkah ini diambil sebagai balasan atas serangan yang disebut melibatkan AS-Israel pada 28 Februari lalu, memicu kekhawatiran serius di seluruh dunia.

Dampak langsung sudah terlihat jelas. Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat, ada sekitar 2.000 kapal yang kini terdampar di wilayah tersebut, termasuk 400 kapal di Teluk Oman yang menanti izin melintas. Akibatnya, banyak perusahaan pelayaran terpaksa mencari rute alternatif. Ada yang melewati Terusan Suez, tak sedikit pula yang menempuh perjalanan jauh memutar Tanjung Harapan di Afrika Selatan untuk mencapai Asia dan Eropa. Bahkan, pengiriman minyak dari Arab Saudi dialihkan melalui Laut Merah demi menghindari selat yang bergejolak ini.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah efek jangka panjangnya. Nils Haupt, Direktur Senior Komunikasi Korporat dari raksasa pelayaran Jerman Hapag-Lloyd, menegaskan bahwa bahkan jika blokade dibuka besok, “perang logistik yang sesungguhnya” justru baru akan dimulai. Ratusan kapal diprediksi akan berebut masuk ke pelabuhan-pelabuhan utama di Teluk Persia, menciptakan antrean panjang dan kekacauan rantai pasok yang masif.

Svein Ringbakken, Managing Director Norwegian Shipowners’ Mutual War Risks Association, memperkirakan butuh waktu berbulan-bulan untuk menormalkan kembali rantai pasok global. Situasi ini diperparah oleh kerusakan parah pada lebih dari 40 fasilitas energi dan infrastruktur transportasi di seluruh Timur Tengah akibat serangan, menurut data International Energy Agency. Perusahaan energi besar seperti QatarEnergy, Kuwait Petroleum Company, dan Bapco Energies Bahrain bahkan sudah mengumumkan force majeure karena gangguan produksi yang signifikan.

Ketiadaan kapasitas penyimpanan, ditambah kerusakan fasilitas produksi dan infrastruktur pelabuhan, akan menambah inefisiensi besar begitu selat dibuka. Ini berarti, meskipun blokade dicabut, pasokan energi dan barang ke berbagai belahan dunia akan tetap tersendat dalam waktu lama. Dampaknya bagi masyarakat global sangat nyata: potensi lonjakan harga energi dan berbagai komoditas penting lainnya, serta potensi kelangkaan yang bisa memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Krisis ini berpotensi mengubah lanskap bisnis pelayaran dan logistik dunia secara permanen, mendorong perusahaan mencari rute dan sumber pasokan yang lebih aman di masa depan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook