Musim baru Major League Soccer (MLS) 2024 dibuka dengan hasil mengejutkan bagi penggemar Inter Miami. Bertandang ke markas LAFC di Los Angeles Memorial Coliseum pada Sabtu malam, skuad asuhan Tata Martino takluk tiga gol tanpa balas. Kekalahan ini bukan sekadar hasil biasa, melainkan tamparan keras di laga pembuka dalam upaya mereka mempertahankan trofi MLS Cup.
Pertandingan yang dipadati 75.673 penonton, menjadi catatan sejarah sebagai laga reguler dengan jumlah penonton terbanyak kedua di MLS. Atmosfer yang membara sayangnya tak mampu mendongkrak performa Inter Miami, bahkan sang mega bintang Lionel Messi dibuat tak berkutik sepanjang 90 menit. Ini adalah kali pertama Messi gagal mencetak gol atau assist dalam 15 pertandingan terakhirnya di semua kompetisi, sebuah rekor yang terhenti di momen krusial.
Meski unggul penguasaan bola hingga 63%, Inter Miami kesulitan menembus pertahanan kokoh LAFC. Sebaliknya, tuan rumah tampil efektif dan tajam dalam serangan balik. Gol pembuka LAFC tercipta di menit ke-38 lewat sepakan David Martinez, memanfaatkan umpan terukur dari rekannya. Di babak kedua, Denis Bouanga menggandakan keunggulan di menit ke-73 setelah memanfaatkan kesalahan kiper lawan. Pesta gol LAFC ditutup oleh gol Nathan Ordaz di menit akhir tambahan waktu (90+4), memastikan kemenangan telak 3-0.
Kekalahan ini memberikan sinyal bahaya bagi Inter Miami. Kehadiran Messi memang mendongkrak popularitas dan kualitas tim, namun sepak bola adalah olahraga tim. LAFC menunjukkan bahwa organisasi permainan dan efektivitas serangan bisa lebih superior dari sekadar dominasi individu. PR besar menanti pelatih Tata Martino untuk segera membenahi lini serang yang tumpul dan pertahanan yang mudah ditembus, agar ambisi mempertahankan gelar tak kandas di awal musim. Para penggemar tentu berharap Messi dan kawan-kawan segera bangkit dari keterpurukan ini.