NARKOTIKA SULUT KETEGANGAN! AS-KOLOMBIA DI AMBANG KEBUNTUAN? - Berita Dunia
← Kembali

NARKOTIKA SULUT KETEGANGAN! AS-KOLOMBIA DI AMBANG KEBUNTUAN?

Foto Berita

Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih, Washington, DC, pada 3 Februari. Agenda utama dari pertemuan ini adalah membahas ketegangan diplomatik yang memanas, terutama terkait perang narkoba dan kebijakan luar negeri agresif AS di Amerika Latin.

Hubungan kedua negara memang sedang di ujung tanduk. Sejak Trump memulai masa jabatan keduanya tahun lalu, kritik pedas terus dilontarkan, terutama oleh Petro yang menentang kebijakan luar negeri Trump, termasuk operasi militer AS di Laut Karibia dan konflik Israel-Gaza—sebuah topik sensitif bagi Washington. Ketegangan semakin meruncing bulan lalu setelah Trump mengancam Kolombia secara militer, menuduhnya membanjiri AS dengan narkoba ilegal.

Perlu diingat, sejarah hubungan AS-Kolombia memang penuh dinamika, bukan hanya kerja sama tapi juga intervensi. Setelah kemerdekaan Kolombia dari Spanyol pada 1819, AS menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kedaulatannya. Kerja sama di bidang keamanan dan ekonomi pun terjalin. Namun, di balik itu, ada pula 'Banana Wars' di awal abad ke-20, saat AS kerap mencampuri urusan dalam negeri negara Amerika Latin untuk mengamankan kepentingan bisnisnya, seperti yang terjadi pada United Fruit Company di Kolombia tahun 1928.

Baru pada masa Presiden Franklin D. Roosevelt, AS menerapkan 'Good Neighbor Policy' yang berjanji tidak akan menginvasi atau mengintervensi negara-negara di kawasan tersebut. Relasi keamanan kembali menguat selama Perang Dunia II, bahkan AS memberikan pelatihan militer dan menggunakan wilayah Kolombia sebagai pangkalan udara dan laut. AS juga mendukung Kolombia dalam konflik internal melawan kelompok pemberontak di tahun 1948-1950an yang menewaskan lebih dari 200.000 jiwa.

Pertemuan Petro-Trump kali ini sangat krusial. Ancaman militer dari AS bisa memperburuk situasi keamanan dan ekonomi di Kolombia, khususnya bagi petani koka yang menjadi tulang punggung perekonomian di beberapa wilayah. Pendekatan agresif dalam perang narkoba seringkali hanya menyentuh permukaan tanpa mengatasi akar masalah kemiskinan dan ketidakadilan. Sikap Petro yang berani mengkritik kebijakan AS, termasuk isu global seperti Gaza, menunjukkan upaya Kolombia untuk menegaskan kedaulatan dan suara independennya di panggung internasional. Hasil pertemuan ini akan sangat menentukan arah hubungan bilateral dan stabilitas regional di Amerika Latin.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook