Duka mendalam menyelimuti keluarga Al-Toutah di Gaza Tengah. Fida al-Toutah, seorang ibu berusia 31 tahun dengan lima anak, tewas mengenaskan akibat luka tembak di kepala pada 21 September lalu. Insiden nahas itu terjadi saat ia sedang menyisir rambut putrinya di dalam tenda pengungsian. Anaknya, Ezz, mengenang bagaimana ibunya berteriak meminta mereka berlindung sebelum darah mulai berceceran. "Ibu kami sangat baik dan dermawan. Apa kesalahannya?" ujar Ezz sambil menangis.
Kematian Fida menjadi potret buram bagaimana gencatan senjata yang dimulai 10 Oktober tahun lalu tidak serta-merta membawa kedamaian. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 1.400 orang telah tewas dalam serangan Israel sejak gencatan senjata dimulai. Meski militer Israel (IDF) mengklaim tidak memiliki catatan insiden tersebut dan beralasan menargetkan operasi Hamas, fakta di lapangan menunjukkan warga sipil masih menjadi korban.
Bagi keluarga Al-Toutah, ini adalah kehilangan keempat kalinya. Mereka telah berpindah tempat tinggal hingga tujuh kali demi mencari aman, namun maut seolah terus membayangi. Total korban tewas sejak perang dimulai tiga tahun lalu kini menembus angka 74.000 jiwa, sementara 2,1 juta penduduk Gaza hidup dalam ketidakpastian dan trauma berkepanjangan.