Mantan Presiden AS Donald Trump kembali bikin heboh lewat unggahannya di platform Truth Social. Ia mengancam akan mengerahkan agen imigrasi federal (ICE) untuk mengambil alih keamanan di bandara-bandara Amerika Serikat. Ancaman ini muncul di tengah sengkarut penutupan sebagian pemerintahan yang sudah berjalan lima minggu, sebuah kondisi yang berdampak langsung pada operasional Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).
Situasi ini memperparah kondisi di bandara, di mana puluhan ribu pegawai Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) bekerja tanpa digaji, memicu antrean panjang dan penundaan penerbangan. Trump menyalahkan Partai Demokrat, menyebut mereka "Radikal Kiri" yang menolak menandatangani kesepakatan agar bandara kembali "bebas dan aman".
Tak berhenti di sana, Trump secara terang-terangan menyatakan bakal menugaskan agen ICE untuk melakukan penangkapan segera terhadap semua imigran ilegal yang masuk ke AS, dengan "penekanan berat pada mereka dari Somalia". Ini bukan kali pertama Trump menargetkan komunitas Somalia; sejak masa kepemimpinannya, imigran Somalia sering menjadi sasaran retorika kerasnya, bahkan pernah ia sebut "sampah" dan "tidak berkontribusi apa-apa", serta menuduh mereka "menghancurkan" negara bagian Minnesota yang memiliki komunitas Somalia-Amerika terbesar dan merupakan rumah bagi salah satu kritikus utamanya, Anggota Kongres Ilhan Omar.
Analisis Dampak: Ancaman Trump ini berpotensi memicu kekacauan serius. Pertama, menggeser peran agen TSA yang terlatih dengan agen ICE yang fokus pada imigrasi bisa membahayakan standar keamanan bandara. Kedua, penargetan spesifik terhadap imigran Somalia menuai kritik tajam dari pegiat hak asasi manusia dan berisiko memicu diskriminasi rasial serta kebencian. Ketiga, langkah ini semakin memperkeruh perselisihan politik yang menyebabkan penutupan pemerintahan, menunjukkan kegagalan mencapai kompromi dan berpotensi memperparah krisis kemanusiaan di perbatasan. Insiden penembakan fatal oleh agen imigrasi yang menewaskan dua warga AS baru-baru ini juga menjadi latar belakang seruan Partai Demokrat untuk reformasi praktik penegakan imigrasi di bawah DHS. Jika ancaman ini terealisasi, bukan hanya keamanan bandara yang terancam, tetapi juga citra AS sebagai negara yang menjunjung tinggi keadilan dan hak asasi manusia.