TRUMP MARAH! PANGKALAN VITAL INGGRIS TERANCAM BAHAYA BARU? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP MARAH! PANGKALAN VITAL INGGRIS TERANCAM BAHAYA BARU?

Foto Berita

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan kritik keras terhadap rencana Inggris menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos ke Mauritius. Kritik ini muncul sehari setelah Departemen Luar Negeri AS justru menyetujui kesepakatan tersebut. Trump menyebut Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, melakukan "kesalahan besar" karena melepaskan kendali atas gugusan pulau strategis di Samudra Hindia ini, terutama Pulau Diego Garcia yang menjadi lokasi pangkalan militer vital AS-Inggris.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa Inggris "kehilangan kendali" atas pulau penting ini karena "klaim entitas yang belum pernah dikenal sebelumnya," yang ia sebut "fiktif." Ia bahkan mengaitkan isu ini dengan potensi ancaman dari Iran. Menurut Trump, pangkalan Diego Garcia dan lapangan udara di Fairford bisa sangat dibutuhkan Amerika Serikat untuk merespons serangan dari Iran, jika Teheran tidak mau bernegosiasi dengan AS. Serangan ini, lanjut Trump, berpotensi menargetkan Inggris dan negara-negara sahabat lainnya.

Kepulauan Chagos sendiri punya sejarah panjang. Wilayah ini menjadi bagian dari teritori Inggris sejak 1814. Pada era 1960-an, Inggris memisahkannya dari Mauritius sebelum Mauritius merdeka. Selanjutnya, Inggris bekerja sama dengan AS mengusir paksa penduduk asli Chagos (Chagossians) demi membangun pangkalan militer di Diego Garcia, yang kemudian disewakan ke AS.

Mauritius memenangkan gugatan kedaulatan atas pulau-pulau ini pada 2019, dan Mahkamah Internasional (ICJ) mendesak Inggris menyerahkan kendali. Resolusi PBB pun memberi Inggris waktu enam bulan untuk mengembalikannya.

Dalam kesepakatan terbaru, Inggris akan tetap menyewa Diego Garcia selama 99 tahun dengan opsi perpanjangan, yang menelan biaya sekitar 100 juta pound sterling (sekitar Rp 2 triliun) per tahun. Kementerian Luar Negeri Inggris menegaskan, kesepakatan ini "sangat krusial untuk keamanan Inggris dan sekutu-sekutu penting kami, serta menjaga keselamatan rakyat Inggris." Mereka menambahkan, ini adalah "satu-satunya cara untuk menjamin masa depan jangka panjang pangkalan militer vital ini."

Meski sempat mengkritik pada Januari, Trump sempat melunak setelah berbicara dengan Starmer pada Februari lalu. Namun, kritik terbarunya ini menunjukkan kekhawatiran mendalam mengenai stabilitas kontrol atas pangkalan strategis tersebut, bahkan sampai mengaitkannya dengan "Wokeism" dan masalah lain yang disebutnya dihadapi Inggris.

Bagi masyarakat internasional, keputusan ini menyoroti kompleksitas geopolitik di Samudra Hindia, terutama bagaimana pangkalan militer di lokasi strategis seperti Diego Garcia menjadi kunci dalam proyeksi kekuatan global dan respons terhadap ancaman regional. Di sisi lain, perjuangan Chagossians untuk kembali ke tanah air mereka setelah diusir puluhan tahun lalu masih terus bergema, menambah lapisan kemanusiaan dalam perebutan kedaulatan pulau ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook