Jakarta, CNN Indonesia — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka mendesak agar hubungan negaranya dengan Amerika Serikat tetap terjaga. Ia menekankan pentingnya 'pelestarian' kemitraan strategis antara kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik.
Pernyataan ini muncul setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, melontarkan kritik tajam terhadap aksi militer Israel di Lebanon. Vance juga menegur sejumlah menteri di kabinet Netanyahu yang dinilai terlalu keras mengkritik kesepakatan yang digagas oleh mantan Presiden Donald Trump.
Analisis: Langkah Netanyahu ini menunjukkan bahwa Washington masih menjadi pilar utama keamanan Tel Aviv. Namun, kritik dari Vance menandakan adanya pergeseran sikap di internal pemerintahan AS. Bagi masyarakat global, situasi ini bisa mempengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama jika hubungan kedua sekutu ini mulai merenggang. Media internasional lain mencatat ini adalah sinyal bahwa AS mulai meminta Israel lebih berhati-hati dalam operasi militernya.