FIFA BUNGKUK, IZINKAN BOTOL AIR MINUM DI STADION PIALA DUNIA 2026 - Berita Dunia
← Kembali

FIFA BUNGKUK, IZINKAN BOTOL AIR MINUM DI STADION PIALA DUNIA 2026

Foto Berita

Jakarta, Media Online – FIFA akhirnya menarik keputusan kontroversialnya yang melarang penonton membawa botol air minum ke stadion Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil setelah mendapat tekanan keras dari suporter dan pemerintah kota tuan rumah, termasuk New York.

Awal pekan ini, FIFA hanya mengizinkan botol plastik transparan kosong. Namun, kebijakan itu berubah total pada Kamis lalu dengan alasan keamanan. Akibatnya, penonton dipaksa membeli minuman di dalam stadion dengan harga yang disebut FIFA 'konsisten dengan acara lain'. Keputusan ini sontak memicu kemarahan publik karena dianggap eksploitatif, terutama di tengah peringatan cuaca ekstrem.

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang dikenal sebagai penggemar sepak bola, menjadi salah satu kritikus paling vokal. 'Tidak ada yang boleh takut kehilangan uang hanya untuk minum,' tegasnya. Mamdani bahkan telah menyediakan 1.000 tiket seharga 50 dolar untuk warganya sebagai bentuk perlawanan terhadap harga tiket yang melambung.

FIFA akhirnya mengeluarkan 'klarifikasi' yang memperbolehkan setiap penggemar membawa satu botol plastik lunak berisi 590 ml yang masih tersegel pabrik ke stadion di Amerika Serikat dan Kanada. Namun, botol keras atau botol reusable tetap dilarang karena alasan keamanan. Kebijakan ini belum menyebutkan stadion di Meksiko.

Tekanan ini datang di saat yang krusial. Laporan dari kelompok riset World Weather Attribution memperingatkan bahwa 26 dari 104 pertandingan berpotensi dimainkan dalam kondisi tekanan panas ekstrem (WBGT di atas 26 derajat Celcius). Artinya, risiko dehidrasi dan sengatan panas sangat nyata bagi puluhan ribu penonton yang mengantre berjam-jam di luar stadion. Keputusan FIFA ini menjadi ilustrasi betapa sengitnya tarik-ulur antara keamanan, kenyamanan suporter, dan keuntungan komersial di ajang sebesar Piala Dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook