Washington, DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan membatalkan rencana serangan militer ke Iran yang sebelumnya ia ancam akan dilancarkan pada Kamis malam. Pembatalan ini dilakukan dengan alasan negosiasi yang masih terus berlangsung.
Keputusan mendadak ini memicu kebingungan, mengingat dalam beberapa hari terakhir Trump mengeluarkan pernyataan bernada keras yang mengindikasikan serangan sudah di depan mata. Analis dari BBC, Gary O'Donoghue, menyoroti pesan campur aduk dari Gedung Putih ini dan mempertanyakan konsistensi strategi kebijakan luar negeri AS di kawasan Timur Tengah.
Dampak dari pembatalan ini cukup signifikan. Di satu sisi, langkah ini meredakan ketegangan global dan mencegah potensi konflik berskala besar yang bisa memicu krisis minyak dunia. Di sisi lain, sikap plin-plan Trump justru melemahkan posisi tawar AS dalam diplomasi internasional. Media lain menyoroti bahwa langkah ini juga memicu perdebatan di internal Partai Republik, antara faksi yang mendukung pendekatan diplomatik dan yang menginginkan tindakan tegas terhadap program nuklir Iran.