RAFAH DIBUKA! AKANKAH KEBUTUHAN GAZA TERPENUHI? - Berita Dunia
← Kembali

RAFAH DIBUKA! AKANKAH KEBUTUHAN GAZA TERPENUHI?

Foto Berita

Gerbang Rafah, satu-satunya akses keluar masuk Jalur Gaza yang tidak berbatasan langsung dengan Israel, kembali dibuka untuk lalu lintas terbatas pada Senin lalu setelah ditutup hampir dua tahun. Pembukaan ini merupakan bagian dari fase kedua kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat, yang sebelumnya berhasil menghentikan perang antara Israel dan Hamas pada Oktober tahun lalu.

Meskipun disambut baik, operasional perlintasan ini tidak sepenuhnya normal. Israel dan Mesir diberitakan akan memberlakukan pembatasan ketat terhadap jumlah pelintas serta pemeriksaan keamanan yang sangat intensif bagi setiap warga Palestina yang ingin masuk atau keluar Jalur Gaza. Kabar terakhir menyebutkan, tim pemantau dari Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa (EUBAM) sudah tiba di lokasi untuk mengelola sisi Palestina. Mereka akan menyerahkan daftar nama pelintas kepada pihak Mesir untuk proses verifikasi keamanan. Serupa, Mesir juga akan menyerahkan daftar calon pelintas yang masuk ke Gaza, untuk disetujui Israel sehari setelah pemeriksaan. Pada hari pertama pembukaan, hanya sekitar 50 warga Palestina diizinkan melintas di setiap arah.

Langkah ini menjadi sangat vital, mengingat Rafah adalah jalur utama untuk pasokan bantuan kemanusiaan serta evakuasi medis bagi ribuan warga Gaza yang terluka dan sakit. Sejak Israel merebut kendali perlintasan ini pada Mei 2024, akses medis bagi warga Gaza terputus total. Data PBB menunjukkan, puluhan ribu orang, termasuk lebih dari 20.000 menurut Al Jazeera, sangat membutuhkan perawatan medis di luar Gaza. Pembukaan terbatas ini, meski menjadi secercah harapan, masih jauh dari cukup untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang mendalam. Antrean ambulans di sisi Mesir, yang menanti untuk mengevakuasi warga, menjadi gambaran betapa mendesaknya kebutuhan akan akses yang lebih luas dan tidak terhambat. Ini juga menunjukkan bahwa meski ada gencatan senjata, tekanan dan pengawasan ketat terhadap pergerakan warga Gaza masih menjadi realitas yang harus dihadapi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook