Kyiv, Ukraina – Gelombang protes besar mendadak mengguncang Ukraina. Ribuan warga turun ke jalan di Kyiv dan kota-kota utama lainnya. Mereka mendukung Mykhailo Fedorov, Menteri Pertahanan yang baru dipecat Presiden Volodymyr Zelensky. Aksi ini menjadi sinyal bahaya politik pertama bagi Zelensky di tengah perang.
Fedorov, yang baru menjabat tujuh bulan, dikenal sebagai menteri reformis. Pria 35 tahun tanpa latar belakang militer ini justru sukses memberantas korupsi di Kementerian Pertahanan. Ia juga mendorong penggunaan drone AI dan robot darat yang mengubah taktik perang Ukraina. Namun, langkah cepatnya dianggap mengancam kepentingan Jenderal Oleksandr Syrskii, Panglima Angkatan Bersenjata. Fedorov menuding sistem militer 'kacau', distribusi senjata tidak transparan, dan banyak perwira tidak kompeten.
Pemecatan Fedorov langsung menjadi bumerang. Di mata publik, ia adalah simbol pemberantasan korupsi. Seorang pengunjuk rasa, Taisiya, bahkan menyebut ingin melihat Fedorov menjadi presiden. Para analis menilai, popularitas Zelensky yang terus merosot kini semakin terancam. Protes ini membuktikan bahwa rakyat Ukraina lelah dengan politik lama dan menginginkan perubahan nyata di tengah perang yang tak kunjung usai.
Dampak dari situasi ini cukup krusial. Jika Zelensky tidak bisa mengelola krisis internal ini, dikhawatirkan akan mengganggu aliran bantuan militer Barat. Negara-negara donor seperti AS dan Uni Eropa selama ini mendukung Ukraina karena adanya jaminan reformasi antikorupsi. Kini, dengan dipecatnya menteri antikorupsi, kepercayaan itu bisa goyah.