TRAGEDI KERETA SPANYOL: 68 TEWAS AKIBAT PERINTAH MISTERIUS - Berita Dunia
← Kembali

TRAGEDI KERETA SPANYOL: 68 TEWAS AKIBAT PERINTAH MISTERIUS

Foto Berita

MADRID - Insiden nahas menimpa dunia perkeretaapian Spanyol. Sedikitnya 68 orang tewas dan sekitar 80 lainnya luka-luka setelah sebuah kereta cepat menabrak bagian belakang kereta lain yang sedang berhenti di wilayah tengah Spanyol, Rabu (waktu setempat).

Kecelakaan yang terjadi menjelang pukul 09.00 pagi waktu setempat di dekat kota Urda, selatan Madrid, ini menjadi bencana kereta cepat terparah kedua di Spanyol dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Insiden ini juga terjadi hanya beberapa minggu sebelum pemilihan umum nasional digelar.

Pihak berwenang mencurigai adanya kelalaian fatal. Otoritas menyalahkan perintah "tidak bisa dijelaskan" dari pusat kendali kereta api yang mengizinkan salah satu kereta untuk kembali ke kecepatan normal, tepat setelah terjadinya kegagalan sistem persinyalan.

Kereta yang bergerak cepat tersebut dioperasikan oleh Renfe (perusahaan kereta milik negara), sementara kereta yang berhenti dioperasikan oleh Iryo, operator swasta yang baru masuk pasar pada 2022. Keduanya melayani rute Madrid-Seville. Kereta Renfe membawa 397 penumpang, sedangkan kereta Iryo membawa 147 orang.

Tabrakan keras terjadi di jalur layang antara Urda dan Los Yebenes. Dua gerbong kereta Iryo tergelincir dan jatuh ke jurang. Perdana Menteri Pedro Sanchez telah mengunjungi lokasi dan menetapkan tiga hari berkabung nasional. Ia berjanji akan mengusut tuntas insiden ini dan menindak tegas segala bentuk kelalaian.

Analisis Dampak: Insiden ini memunculkan pertanyaan besar regarding standar keselamatan dan protokol komunikasi di bawah tekanan sistem otomatis. Bagi masyarakat, khususnya pengguna transportasi publik, tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa ketergantungan pada teknologi persinyalan harus diimbangi dengan pengawasan manusia yang kompeten. Pemerintah Spanyol kini berada di bawah tekanan politik menjelang pemilu untuk segera mereformasi sistem keselamatan perkeretaapian nasional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook