Konflik bersenjata di Sudan kembali memakan korban dari kalangan sipil. Militer Sudan mengklaim telah melancarkan serangan udara terhadap pusat komando pasukan paramiliter RSF di Darfur Selatan. Namun, pihak RSF dan sekutunya membantah keras klaim tersebut. Mereka menuduh yang menjadi sasaran justru adalah pasar hewan yang sedang ramai dikunjungi warga.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat bahwa serangan drone kini menjadi penyebab utama kematian warga sipil di Sudan. Situasi ini menambah daftar panjang krisis kemanusiaan di negara tersebut, di mana warga terus terjebak dalam pertempuran antara dua kubu militer yang berebut kekuasaan.
Dampak bagi masyarakat sangat fatal. Serangan terhadap fasilitas umum seperti pasar tidak hanya menghilangkan nyawa, tetapi juga menghancurkan roda perekonomian rakyat kecil. Warga sipil kini menghadapi ancaman ganda: kelaparan akibat blokade dan kematian akibat serangan udara yang sulit diprediksi. Media internasional menekankan perlunya perlindungan terhadap warga sipil sesuai hukum humaniter internasional, sementara akses bantuan kemanusiaan masih sangat terbatas.